Berita  

Niatus Sholihah, Difabel Asal Bondowoso yang Pernah Dibuang Orang Tua, Kini Diajak Raffi Ahmad Jadi Stafsus Kepresidenan

Niatus Sholihah Saat Berada Ditempat kerja Stafsus Kepresidenan
Niatus Sholihah Saat Berada Ditempat kerja Stafsus Kepresidenan

Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Perjalanan hidup Niatus Sholihah, perempuan difabel asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, menjadi kisah inspiratif yang menyentuh hati banyak orang. Pernah mengalami masa kelam karena dibuang oleh orang tuanya sejak kecil, Niatus kini menorehkan babak baru dalam hidupnya setelah mendapat kepercayaan bekerja sebagai staf Raffi Ahmad.

Niatus lahir dengan kondisi difabel yang membuat hidupnya tak pernah mudah. Sejak usia dini, ia harus menghadapi kenyataan pahit ditinggalkan oleh keluarga kandungnya. Tanpa dukungan orang tua, Niatus tumbuh dalam keterbatasan, berpindah-pindah lingkungan, dan mengandalkan belas kasih orang-orang di sekitarnya untuk bertahan hidup.

Meski demikian, Niatus dikenal sebagai pribadi yang kuat dan pantang menyerah. Dalam kesehariannya, ia tetap berusaha mandiri, aktif berinteraksi dengan lingkungan, serta menunjukkan semangat hidup yang tinggi. Kisah hidupnya kemudian viral di media sosial dan menarik perhatian publik, termasuk figur publik Raffi Ahmad.

READ  Bupati Bondowoso Gelar Buka Bersama Insan Pers, Perkuat Sinergi Wujudkan Bondowoso Berkah

Raffi Ahmad, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan, tergerak setelah mengetahui latar belakang dan semangat hidup Niatus. Ia kemudian mengajak Niatus untuk bergabung sebagai staf, memberikan kesempatan kerja sekaligus ruang untuk berkembang secara profesional dan personal.

“Ini bukan soal iba, tapi soal memberi kesempatan yang setara,” ungkap Raffi Ahmad dalam salah satu pernyataannya. Menurutnya, Niatus memiliki semangat dan ketulusan yang jarang dimiliki banyak orang, serta layak mendapatkan masa depan yang lebih baik.

READ  KH Nawawi Maksum Apresiasi Polres Bondowoso Kawal Pilkada Hingga Nataru

Bagi Niatus, kesempatan tersebut menjadi titik balik yang mengubah hidupnya. Dari seorang difabel yang pernah terbuang dan terpinggirkan, kini ia memiliki pekerjaan, lingkungan yang mendukung, dan harapan baru untuk masa depan.

“Saya tidak pernah membayangkan hidup saya bisa sampai di titik ini,” ujar Niatus dengan mata berkaca-kaca. Ia mengaku bersyukur dan bertekad bekerja sebaik mungkin untuk membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang untuk berkarya.

Kisah Niatus Sholihah menjadi pengingat bahwa setiap manusia berhak atas kesempatan kedua, sekaligus bukti bahwa kepedulian dan empati dapat mengubah nasib seseorang. Dari Bondowoso hingga pusat perhatian nasional, Niatus kini melangkah dengan percaya diri, membawa pesan kuat tentang ketangguhan, harapan, dan kemanusiaan.(***)

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *