Berita  

Kelangkaan Elpiji 3 Kilogram Masih Terjadi, Klaim Pemkab Bondowoso Dinilai Tak Sesuai Fakta

Pantauan Media Antrian Pembeli Gas Elpiji 3 Kilogram masih terjadi
Pantauan Media Antrian Pembeli Gas Elpiji 3 Kilogram masih terjadi

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Kelangkaan gas Elpiji 3 kilogram di Kabupaten Bondowoso hingga kini masih dirasakan masyarakat. Kondisi di lapangan menunjukkan tabung gas bersubsidi tersebut sulit diperoleh, terutama di tingkat pengecer dan warung kecil, meskipun Pemerintah Kabupaten Bondowoso berulang kali menyatakan stok dalam kondisi aman.

‎Sejumlah warga di berbagai kecamatan mengeluhkan sulitnya mendapatkan Elpiji 3 kilogram dalam beberapa hari terakhir. Kalaupun tersedia, harganya jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET), berkisar antara Rp23.000 hingga Rp25.000 per tabung.

‎Situasi ini memicu kekecewaan masyarakat yang menilai pernyataan pemerintah daerah tidak sesuai dengan realitas di lapangan.

‎Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Bondowoso sebelumnya mengklaim bahwa stok Elpiji 3 kilogram dalam kondisi aman dan distribusi berjalan normal.

‎Namun, klaim tersebut dibantah oleh fakta di masyarakat yang masih mengalami kelangkaan secara merata.

‎“Katanya aman, tapi nyatanya susah cari gas. Kalau ada pun harganya mahal,” keluh salah satu warga Bondowoso.

‎Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Bondowoso, Agung Nur Hidayat, mengakui adanya peningkatan permintaan Elpiji 3 kilogram.

‎Ia menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Pertamina Jember untuk mengatasi persoalan tersebut.

‎“Memang ada kenaikan permintaan. Saat ini sedang dikoordinasikan dengan Pertamina Jember dan sudah dimintakan penambahan kuota,” ujar Agung, saat dikonfirmasi media Rabu 28 Januari 2026.

‎Namun, hingga kini penambahan kuota tersebut belum sepenuhnya dirasakan masyarakat.

‎Distribusi Elpiji 3 kilogram masih dinilai tidak merata dan rawan permainan rantai distribusi, mulai dari agen, pengecer, hingga tengkulak, yang menyebabkan harga melambung tinggi.

‎Kondisi ini menimbulkan sorotan publik terhadap Pemkab Bondowoso yang dinilai kerap memberikan pernyataan normatif tanpa diiringi langkah konkret di lapangan.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak sekadar menyampaikan klaim stok aman, tetapi juga melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi dan menindak tegas pihak-pihak yang mempermainkan gas bersubsidi.

‎Hingga berita ini diturunkan, kelangkaan Elpiji 3 kilogram di Bondowoso masih terjadi dan menjadi keresahan warga, khususnya masyarakat kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut.(***)

banner 400x130
READ  Peduli Generasi Emas, Satgas TMMD Bondowoso Melaksanakan Pendampingan Posyandu Balita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *