Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus mempercepat proses verifikasi data pencairan insentif guru ngaji tahun 2026. Hingga Senin (9/3/2026), sebagian data dari kecamatan masih dalam tahap pengumpulan dari tingkat desa.
Kepala Bagian Kesra Setda Bondowoso, Muhammad Royhan Muktafi Billah, menjelaskan keterlambatan pengiriman data disebabkan proses administrasi yang harus melalui tahapan berjenjang, mulai dari desa, verifikasi di kecamatan, hingga pengiriman ke Bagian Kesra.
“Hingga pukul 15.00 WIB, baru delapan kecamatan yang telah mengirimkan berkas lengkap, yaitu Grujugan, Maesan, Curahdami, Binakal, Tegalampel, Pujer, Tlogosari, dan Wringin,” ujarnya.
Sementara itu, tiga kecamatan yang berkasnya belum masuk sama sekali adalah Cermee, Bondowoso Kota, dan Sumber Wringin. Dari total 23 kecamatan di Bondowoso, masih terdapat 12 kecamatan lainnya yang diharapkan segera menyelesaikan berkas.
Bagian Kesra memberikan batas waktu pengiriman hingga Selasa, 10 Maret 2026 pukul 14.00 WIB agar proses pencairan dapat segera dilakukan.
Royhan menegaskan pencairan akan diprioritaskan bagi guru ngaji yang datanya telah lengkap dan tidak bermasalah, seperti rekening bank aktif dan administrasi yang valid. Sementara data yang masih bermasalah akan diproses pada tahap berikutnya, kemungkinan setelah Hari Raya Idulfitri.
Pada tahun 2026, jumlah penerima insentif guru ngaji di Kabupaten Bondowoso tercatat sebanyak 5.865 orang. Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1.500.000 yang ditransfer langsung ke rekening masing-masing.
Pemkab Bondowoso menargetkan pencairan insentif tersebut dapat dilakukan sebelum masa libur dan perayaan Hari Raya Idulfitri.
Program insentif guru ngaji merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah terhadap peran penting para pengajar Al-Qur’an di masyarakat. Namun proses administrasi yang masih bertahap dari desa hingga kabupaten kerap menjadi kendala keterlambatan.
Rencana digitalisasi melalui aplikasi ROEMAH KESRA menjadi langkah positif untuk mempercepat pengelolaan data sekaligus memastikan bantuan dapat diterima tepat waktu oleh para guru ngaji.
Penulis : Redaksi
Sumber : Ig @kominfobondowoso






