Berita  

‎Kukuh Rahardjo Anggota DPRD Bondowoso Minta Respons Cepat Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg

Anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi Golkar, Kukuh Rahardjo, ST., MMT.
Anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi Golkar, Kukuh Rahardjo, ST., MMT.

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Bondowoso mendapat perhatian serius dari DPRD setempat. Anggota DPRD Bondowoso dari Fraksi Golkar, Kukuh Rahardjo, ST., MMT., meminta pemerintah daerah bergerak cepat dan tegas agar persoalan tersebut tidak berlarut-larut, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

‎Kukuh menilai, kelangkaan elpiji bersubsidi bukan persoalan sepele karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat kecil, khususnya rumah tangga miskin dan pelaku usaha mikro. Oleh karena itu, ia mendukung langkah koordinatif yang telah dilakukan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dengan Hiswana Migas serta PT Pertamina wilayah Jember.

‎“Kelangkaan gas elpiji di beberapa kecamatan di Bondowoso patut direspons cepat. Langkah koordinatif Pemda dengan Hiswana Migas dan PT Pertamina di Jember sangatlah tepat,” ujar Kukuh Rahardjo, sebagaimana dikutip dari akun TikTok resmi @dpcgolkarbondowoso.

‎Selain koordinasi, Kukuh juga mendorong Pemkab Bondowoso untuk segera mengajukan penambahan alokasi elpiji 3 kg guna menutupi lonjakan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peningkatan permintaan biasanya terjadi menjelang Ramadan dan Idulfitri, sehingga ketersediaan stok harus dipastikan sejak dini.

‎Namun demikian, Kukuh menegaskan bahwa penambahan kuota saja tidak cukup tanpa pengawasan distribusi yang ketat. Ia menyoroti dugaan adanya praktik penyelewengan distribusi elpiji bersubsidi, mulai dari permainan agen hingga pengecer, yang berpotensi melibatkan oknum “mafia gas”.

‎“Kami juga dukung Pemda untuk menindak tegas jika ada mafia gas elpiji yang bermain. Jangan sampai hak masyarakat justru dinikmati pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

‎Ia berharap, dengan langkah tegas dan terukur, kelangkaan elpiji dapat segera diatasi dan harga kembali stabil di tingkat pengecer. Kukuh juga mengingatkan pentingnya pengawasan lintas sektor, termasuk melibatkan aparat penegak hukum jika ditemukan pelanggaran distribusi.

‎Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebelumnya menyatakan telah melakukan koordinasi dengan Pertamina terkait penambahan pasokan, menyusul laporan kelangkaan dan kenaikan harga elpiji 3 kg di tingkat masyarakat.

‎Dengan sinergi antara eksekutif, legislatif, dan pihak terkait, Kukuh optimistis stok elpiji di Bondowoso dapat kembali normal sehingga kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan tetap aman dan terpenuhi.(***)

banner 400x130
READ  Hari Bhayangkara ke - 78 Kapolda Jatim Ingatkan Kolaborasi Kawal Pilkada 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *