Panic Buying BBM, Pemkab Jember Respon Cepat Siapkan Opsi WFH dan Sekolah Daring

Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc (Tengah)
Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc (Tengah)

Jember, harianmerdeka.co.id – Panic Buying Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Jember dalam beberapa hari terakhir masih menjadi perhatian serius pemerintah. Antrean panjang di sejumlah SPBU sempat memicu kepanikan masyarakat yang berbondong-bondong melakukan pembelian BBM, 7 maret 2026.

Menanggapi kondisi tersebut, pemerintah menyatakan fenomena panic buying yang terjadi diyakini hanya bersifat sementara dan tidak akan berlangsung lama.

Namun demikian, sebagai langkah antisipasi apabila situasi belum kembali normal, pemerintah tengah menyiapkan sejumlah kebijakan darurat.
Salah satunya adalah kemungkinan penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) atau pegawai pemerintah daerah mulai hari Senin mendatang.

Kebijakan ini dipertimbangkan untuk mengurangi mobilitas masyarakat serta menekan penggunaan BBM di tengah situasi yang masih belum stabil.

Tidak hanya itu, pemerintah juga membuka kemungkinan kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring bagi para siswa. Apalagi saat ini bertepatan dengan momentum bulan Ramadan, sehingga pembelajaran jarak jauh dinilai dapat menjadi solusi sementara hingga distribusi BBM kembali normal.

Meski demikian, pemerintah tetap optimistis kondisi akan segera membaik. Berdasarkan informasi dari pihak Pertamina, tim pemerintah di lapangan, serta kepolisian, tren pembelian BBM sejak Kamis hingga Jumat menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Hal ini menandakan situasi mulai berangsur normal. Masyarakat juga dinilai mulai memahami bahwa stok BBM sebenarnya aman dan mencukupi, sehingga tidak perlu melakukan pembelian secara berlebihan.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing kepanikan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan kondisi segera pulih sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

“Semoga dalam waktu dekat situasi kembali kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa dan fokus menjalani 15 hari terakhir bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan ibadah dan kebersamaan,” ujar salah satu pejabat pemerintah setempat.(***)

READ  Tak Hanya Membangun Desa, Satgas TMMD Ke 123 Kodim 0822 Juga Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini

Sumber : Medsos

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *