Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pengawas Gizi SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan, Rizky Mely Andhini, S.Tr.Gz, melakukan penyebaran formulir evaluasi menu kering kepada siswa di SDN Dadapan 1 dan SDN Dadapan 2, Selasa (10/03/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan siswa terhadap menu kering Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan selama bulan Ramadhan.
Dalam formulir evaluasi tersebut, siswa diminta memberikan pendapat terkait kualitas makanan yang diterima. Hasilnya menunjukkan bahwa 40% siswa menilai menu yang diberikan sangat baik, 22% baik, 5% cukup, dan 33% menyatakan kurang.
Sementara itu, untuk penilaian rasa makanan, hasil evaluasi menunjukkan respons yang sangat positif. Sebanyak 59% siswa menyatakan makanan yang diberikan sangat enak, 30% enak, 11% biasa saja, dan tidak ada siswa yang menilai makanan kurang enak.
Evaluasi juga menanyakan perasaan siswa saat menerima menu kering. Sebanyak 46% siswa mengaku sangat senang, 35% senang, 11% biasa saja, dan 8% menyatakan tidak senang, dengan alasan sebagian siswa lebih menyukai menu basah dibandingkan menu kering.
Dari hasil evaluasi tersebut juga diketahui beberapa menu yang paling disukai siswa. Di antaranya roti, donat, dimsum, ayam katsu, ayam rambutan, telur puyuh, susu, kelengkeng, anggur, dan kurma.
Secara umum, hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa cukup menyukai menu kering MBG yang disediakan oleh SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan.
Meski demikian, para siswa juga memberikan sejumlah saran agar kualitas menu tetap dipertahankan dan variasi makanan dapat ditingkatkan.
Beberapa usulan menu dari siswa antara lain ayam krispi, burger, serta permintaan agar susu diberikan tiga kali dalam seminggu. Namun pihak SPPG menjelaskan bahwa saat ini ketersediaan stok susu masih terbatas.
Selain itu, SPPG juga berkomitmen hanya memberikan susu tanpa tambahan gula (plain), sehingga pemberian susu sebanyak tiga kali dalam seminggu belum dapat direalisasikan.
Selain melalui formulir evaluasi siswa, pihak SPPG juga membagikan formulir uji organoleptik kepada koordinator guru. Metode organoleptik merupakan pengujian mutu makanan berdasarkan rasa, warna, aroma, dan tekstur.
Melalui pengisian formulir organoleptik setiap hari, para guru dapat ikut memberikan penilaian dan evaluasi terhadap menu kering yang disajikan, sehingga kualitas makanan yang diberikan kepada siswa dapat terus ditingkatkan.
Pihak SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan menegaskan bahwa mereka sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari para penerima manfaat, sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas program MBG ke depan.
Penulis : Redaksi






