Dinkes Bondowoso Tegaskan SLHS SPPG Sudah Berproses

Kepala Dinas Kesehatan dr. Moch Jasin, M.Kes., FISQua, Saat Wawancara Media
Kepala Dinas Kesehatan dr. Moch Jasin, M.Kes., FISQua, Saat Wawancara Media

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa proses pengurusan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut saat ini sedang berjalan.

Penegasan tersebut disampaikan menyusul beredarnya surat dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait penghentian sementara operasional sejumlah SPPG di Kabupaten Bondowoso.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso, Yasin, membenarkan adanya surat tersebut. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya bersama pengelola SPPG telah melakukan langkah-langkah administratif untuk memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan, termasuk pengurusan SLHS.

“Berkaitan dengan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) untuk SPPG di Kabupaten Bondowoso, semuanya saat ini sudah berproses,” kata Yasin, Jumat (13/3/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan data yang diterima dari BGN, SPPG yg tercatat di Dinkes per 1 Maret ada 68, dan 33 sudah punya sertifikat SLHS yang tercatat beroperasi di Kabupaten Bondowoso. Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah mengajukan proses pengurusan SLHS.

“33 Sudah memiliki SLHS selebihnya sedang berproses melengkapi persyaratan administratif dan teknis, Sesuai update surat dari BGN hanya 9 SPPG di Bondowoso yg dihentikan operasionalnya sementara waktu, SPPG yg tercatat di Dinkes Bondowoso per 1 Maret ada 68, 33 sudah punya sertifikat SLHS ” jelasnya.

Menurutnya, proses tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan standar kebersihan dan sanitasi terpenuhi dalam penyelenggaraan layanan pemenuhan gizi kepada masyarakat. Sertifikasi tersebut juga menjadi salah satu syarat penting dalam operasional dapur atau fasilitas pengolahan makanan.

Dinas Kesehatan Bondowoso, lanjut Yasin, terus melakukan pendampingan kepada pengelola SPPG agar seluruh persyaratan administratif maupun teknis dapat segera dipenuhi.

“Pendampingan terus kami lakukan agar prosesnya bisa segera tuntas dan seluruh SPPG memenuhi standar yang ditetapkan,” ujarnya.

Ia berharap dengan percepatan proses tersebut, operasional SPPG di Bondowoso dapat kembali berjalan optimal serta tetap menjamin keamanan dan kualitas makanan yang disalurkan kepada masyarakat.

Sebelumnya, Badan Gizi Nasional mengeluarkan surat terkait penghentian sementara operasional sejumlah SPPG setelah adanya laporan dari Koordinator Regional Jawa Timur mengenai beberapa fasilitas yang dinilai belum memenuhi standar dasar operasional.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait kini terus berupaya mempercepat pemenuhan berbagai persyaratan agar layanan pemenuhan gizi tetap dapat berjalan dengan baik di Kabupaten Bondowoso.

READ  Bupati Bondowoso Terima Kunjungan BPK-RI, Terkait LKPD

Penulis : Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *