Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Di balik tersedianya menu tambahan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dadapan, Grujugan, terdapat peran pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal yang turut berkontribusi. Salah satunya adalah Jasmine Food, usaha rumahan milik Ibu Indri Budi Astutik yang menjadi pemasok roti kering untuk program tersebut.
Usaha Jasmine Food yang berlokasi di Desa Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso ini menjadi bagian dari rantai penyediaan makanan bergizi bagi para penerima manfaat MBG.
Melalui proses produksi yang dilakukan secara mandiri, Ibu Indri bersama timnya menyiapkan roti kering yang kemudian disuplai ke SPPG Dadapan.
Dalam wawancara bersama Iftitah Budi Shofia (Asisten Lapang) dan Rizky Mely Andhini (Pengawas Gizi), Ibu Indri menceritakan bagaimana awal mula Jasmine Food bisa terlibat sebagai supplier dalam program tersebut.
Ia mengaku awalnya tidak menyangka usaha kecil yang dirintisnya dapat dipercaya untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat.
Namun berkat kualitas produk yang dijaga serta komitmen terhadap kebersihan dan proses produksi, Jasmine Food akhirnya mendapat kesempatan untuk menyuplai roti kering bagi program MBG.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur bisa ikut berkontribusi. Awalnya usaha ini hanya produksi rumahan, tetapi dengan adanya program MBG, kami jadi lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas produk,” ungkap Ibu Indri (15/3/2026)
Ia juga menuturkan bahwa keterlibatan dalam program ini tidak hanya berdampak pada perkembangan usaha, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar yang ikut membantu proses produksi.
Menurutnya, menjaga kualitas bahan baku serta kebersihan dalam proses pembuatan menjadi hal utama, terlebih produk yang dihasilkan dikonsumsi oleh para penerima manfaat program gizi.
Sementara itu, dalam perbincangan tersebut, tim dari SPPG Dadapan menilai kehadiran UMKM lokal seperti Jasmine Food menjadi bukti bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara penyelenggara program dan pelaku UMKM lokal, diharapkan keberadaan program MBG dapat memberikan manfaat ganda, yakni meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat ekonomi lokal di Kabupaten Bondowoso.
Kisah Jasmine Food menjadi contoh nyata bagaimana usaha kecil mampu berkembang dan berkontribusi dalam program nasional, sekaligus membuktikan bahwa peran UMKM sangat penting dalam mendukung keberhasilan program pemerintah di tingkat daerah.
Program MBG tidak hanya berbicara soal pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk berkembang.
Kisah Jasmine Food menunjukkan bahwa ketika program pemerintah melibatkan pelaku usaha kecil di daerah, manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas, baik bagi masyarakat penerima program maupun bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Kolaborasi seperti ini menjadi model yang patut terus diperkuat agar program sosial sekaligus mampu menggerakkan perekonomian daerah.
Penulis : Redaksi






