Jember, harianmerdeka.co.id – Bupati Bondowoso, H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., menghadiri Rembug Nasional Revitalisasi Ekoteologi bertema “Harmoni Alam dan Manusia Menuju Indonesia Emas” yang digelar di Gedung Serbaguna Pascasarjana UIN Kiai Haji Achmad Siddiq (KHAS) Jember, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pascasarjana UIN KHAS Jember tersebut menjadi ruang strategis dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya kelestarian lingkungan hidup yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Forum ini menghadirkan akademisi, tokoh agama, serta para pemangku kebijakan untuk berdiskusi dan merumuskan langkah konkret dalam mengintegrasikan konsep ekoteologi ke dalam pembangunan berkelanjutan.
Sebagai bentuk komitmen nyata terhadap gerakan eco-teologi, Bupati Bondowoso bersama para undangan melaksanakan penanaman pohon secara simbolis di lingkungan kampus. Aksi tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara gagasan konseptual dan implementasi nyata dalam menjaga kelestarian alam.
Dalam kesempatan itu, Bupati Bondowoso didapuk sebagai salah satu pembicara utama. Ia menegaskan bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut tanggung jawab moral dan spiritual umat manusia sebagai khalifah di muka bumi.
“Lingkungan hidup bukan hanya soal kebijakan pembangunan, tetapi juga soal kesadaran iman dan tanggung jawab kita sebagai khalifah. Revitalisasi ekoteologi menjadi sangat relevan untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata,” ujar Bupati Hamid Wahid dalam pemaparannya.
Ia menambahkan, pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian alam. Menurutnya, harmoni antara manusia dan lingkungan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Bondowoso dan daerah-daerah lain di Indonesia harus memastikan bahwa setiap langkah pembangunan tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. Kita tidak boleh mewariskan kemajuan yang merusak alam kepada generasi mendatang,” tegasnya.
Melalui forum Rembug Nasional ini, diharapkan lahir gagasan dan rekomendasi konkret yang mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Sinergi lintas sektor tersebut dinilai menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekologis sekaligus memperkuat peran nilai-nilai keagamaan dalam pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Sumber : Humas Pemkab Bondowoso






