Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)Tahun 2026, bertempat di Kecamatan Wringin, Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan pangan murah serentak nasional yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjelang bulan suci Ramadan, Jumat (13/2/2026).
Menindaklanjuti Surat dari Badan Pangan Nasional Nomor 224/TS.02.02/B102/2026 tanggal 03 Februari 2026 perihal Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah Serentak Nasional Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unsur Forkopimcam Wringin, serta masyarakat setempat yang antusias memanfaatkan program tersebut.
Dalam pelaksanaannya, Gerakan Pangan Murah menyediakan berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur, hingga komoditas hortikultura.
Program ini menjadi salah satu langkah konkret Pemkab Bondowoso dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih stabil.
Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, dalam sambutannya menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak hanya berorientasi pada stabilisasi harga, tetapi juga menjadi strategi memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah bagian dari upaya kita menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat, khususnya menjelang Ramadan. Namun lebih dari itu, Bondowoso saat ini fokus pada penguatan ketahanan pangan lokal dengan mendorong produk-produk hasil pertanian dan UMKM kita sendiri,” ujar As’ad.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, distributor, petani, dan pelaku usaha lokal menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan.
Menurutnya, ketahanan pangan lokal harus dibangun dari desa dan kecamatan sebagai basis produksi. Oleh karena itu, Pemkab Bondowoso terus mendorong peningkatan produksi pertanian, penguatan distribusi, serta kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara mandiri dan berkelanjutan.
Masyarakat Kecamatan Wringin menyambut baik kegiatan ini. Selain membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, Gerakan Pangan Murah juga dinilai mampu memberikan kepastian harga di tengah fluktuasi pasar.
Pemkab Bondowoso berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan serupa secara berkala di berbagai kecamatan sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah dan penguatan ketahanan pangan menuju Bondowoso yang mandiri dan sejahtera.(Pol/Donggala)
Pemkab Bondowoso Gelar Gerakan Pangan Murah di Wringin, Fokus Perkuat Ketahanan Pangan Lokal






