BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Jalan Kaki Bondowoso–Dadapan (Jaka Sopan) 2026 berubah menjadi lautan manusia, Minggu (4/10/2026).
Sekitar 50 ribu peserta dari berbagai daerah berbondong-bondong memadati jalur sepanjang sekitar 5 kilometer, berjalan bersama dari kawasan Kembang hingga finis di Pondok Pesantren Al-Ishlah, Dadapan, Kecamatan Grujugan.
Jumlah itu bahkan melampaui angka pendaftaran yang sebelumnya mencapai sedikitnya 47 ribu peserta. Antusiasme warga ternyata tidak berhenti pada mereka yang mengantongi kupon. Peserta yang tidak mendapatkan kupon tetap diperbolehkan mengikuti jalan kaki.
Fenomena tersebut menunjukkan Jaka Sopan bukan lagi sekadar agenda lokal. Ribuan peserta datang dari Jember, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, hingga Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Bahkan, peserta tercatat datang dari luar Pulau Jawa, mulai Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera, Kalimantan hingga Timika.
Menteri UMKM Ikut Lepas Puluhan Ribu Peserta
Kemeriahan Jaka Sopan 2026 semakin lengkap dengan kehadiran Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman.
Maman tiba di Pondok Pesantren Al-Ishlah pada Sabtu malam (3/10/2026). Keesokan paginya, Menteri UMKM tersebut turut melepas peserta dari garis start.
Sekitar pukul 06.00 WIB, peserta mulai bergerak dari depan Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso, Jalan Mastrip, Kembang.
Dari titik tersebut, gelombang peserta bergerak menuju Dadapan. Sepanjang perjalanan, ruas jalan dipenuhi masyarakat yang datang bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga bersilaturahmi dan menikmati kemeriahan Jaka Sopan.
Tujuh Orang Pulang Membawa Paket Umrah
Yang membuat Jaka Sopan 2026 semakin menarik adalah hadiah utama yang disiapkan panitia.
Sebanyak tujuh peserta beruntung mendapatkan hadiah paket ibadah umrah.
Tidak hanya tiket umrah, masing-masing penerima juga memperoleh uang saku Rp3 juta sebagai bekal selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Artinya, tujuh peserta tidak sekadar pulang membawa kenangan dari Jaka Sopan. Mereka juga mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah dengan tambahan bekal uang tunai.
Panitia juga menyiapkan berbagai doorprize lain, mulai sepeda, sepeda listrik, televisi, kulkas, kipas angin hingga beragam hadiah menarik lainnya.
Bukan Sekadar Jalan Kaki
Jaka Sopan juga menjadi magnet bagi pelaku usaha lokal.
Sejumlah stan UMKM hadir di lokasi kegiatan untuk memasarkan berbagai produk kepada puluhan ribu peserta yang memadati kawasan Pondok Pesantren Al-Ishlah.
Di sisi lain, peserta juga mendapatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan Dinas Kesehatan Jawa Timur.
Dengan demikian, satu kegiatan mampu mempertemukan sejumlah kepentingan sekaligus: olahraga, silaturahmi, pemberdayaan UMKM, pelayanan kesehatan hingga kegiatan sosial.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso, KH Thoha Yusuf Zakariya, Lc., mengatakan Jaka Sopan memang dirancang lebih dari sekadar kegiatan jalan kaki.
«“Jaka Sopan bukan sekadar kegiatan jalan kaki. Ini menjadi sarana untuk membangun silaturahmi, mempererat kebersamaan, menjaga kesehatan, sekaligus memberikan pendidikan adab kepada generasi muda,” ujar KH Thoha kepada SMSI Bondowoso.»
Menurutnya, keberadaan peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa Jaka Sopan telah berkembang menjadi ruang pertemuan masyarakat lintas daerah.
Ia berharap kegiatan tersebut terus memberikan dampak positif, baik dalam memperkuat silaturahmi, membangun budaya hidup sehat maupun membuka ruang bagi pelaku UMKM.
Dari Jalan Kaki Menjadi Magnet Massa
Dengan jumlah peserta yang mencapai sekitar 50 ribu orang, Jaka Sopan 2026 memperlihatkan bahwa kegiatan berbasis masyarakat masih memiliki daya tarik yang kuat ketika dikemas dengan konsep olahraga, silaturahmi dan pemberdayaan ekonomi.
Lima kilometer yang ditempuh peserta akhirnya bukan hanya soal jarak.
Di sepanjang rute, masyarakat bertemu, berinteraksi dan berbagi suasana. Sementara di garis finis, kegiatan berlanjut dengan berbagai aktivitas, termasuk bazar UMKM, layanan kesehatan dan pembagian hadiah.
Dan bagi tujuh peserta yang namanya keluar sebagai penerima hadiah utama, Jaka Sopan 2026 tentu meninggalkan cerita yang jauh lebih istimewa: kesempatan menuju Tanah Suci dengan paket umrah plus uang saku Rp3 juta.
Jaka Sopan pun kembali membuktikan bahwa sebuah jalan kaki bisa berubah menjadi magnet massa, ruang silaturahmi sekaligus panggung pemberdayaan masyarakat.
Redaksi






