BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Argopuro menjadi perhatian aparat gabungan. TNI-Polri bersama BPBD dan Perhutani turun langsung melakukan patroli di kawasan hutan wilayah Kecamatan Maesan, Kabupaten Bondowoso, guna mengantisipasi munculnya titik api sejak dini.
Patroli menyasar kawasan Perhutani di petak 39A wilayah Blengguen. Tim bergerak melalui jalur Desa Sucolor, Kecamatan Maesan, untuk memantau kondisi hutan sekaligus mengantisipasi potensi kebakaran yang dapat meluas dan mengancam kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan Polsek Maesan, Koramil 0822/07 Maesan, personel Brimob Kompi 3 Batalyon B Pelopor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Perhutani.
Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi langkah antisipatif menghadapi risiko karhutla, terutama saat cuaca panas dan ketika aktivitas manusia di sekitar kawasan hutan berpotensi memicu kebakaran.
Sisir kawasan rawan, ingatkan bahaya pembakaran
Dalam patroli tersebut, petugas melakukan pemantauan situasi kawasan hutan dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak membakar hutan, lahan, maupun semak belukar untuk kepentingan apa pun.
Pembakaran yang tidak terkendali berisiko memicu kebakaran lebih luas, merusak ekosistem, serta mengancam keselamatan masyarakat dan petugas di lapangan.
Kapolsek Maesan Polres Bondowoso, Iptu Sunardi, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan turut berperan dalam mencegah kebakaran.
Ia meminta warga segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan titik api, asap mencurigakan, atau indikasi kebakaran di kawasan hutan.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan patroli aparat. Kewaspadaan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan juga menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi kebakaran sejak awal.
Pencegahan menjadi kunci perlindungan hutan
Gunung Argopuro merupakan kawasan pegunungan yang membentang di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Bondowoso. Kawasan hutan di lerengnya memiliki nilai ekologis yang penting sehingga perlu dijaga dari ancaman kebakaran.
Melalui patroli bersama, TNI-Polri, BPBD, dan Perhutani berupaya memperkuat koordinasi dalam pemantauan serta pencegahan karhutla. Patroli berkala diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dan mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.
Upaya tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa menjaga hutan bukan semata tanggung jawab petugas. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mencegah aktivitas yang dapat memicu api, terutama di tengah kondisi cuaca yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
Dengan pengawasan dan kerja sama lintas instansi, kawasan hutan di wilayah Maesan diharapkan tetap terlindungi dari ancaman karhutla.
Redaksi






