BANYUWANGI, HARIANMERDEKA.CO.ID — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Bondowoso mulai menjadi perhatian serius setelah pergerakan api terpantau mengarah ke kawasan Gunung Rante, Banyuwangi.
Kondisi tersebut membuat Polresta Banyuwangi Polda Jatim bersama unsur lintas sektoral meningkatkan kewaspadaan. Sejak Rabu (30/9/2026), pemantauan di wilayah Kecamatan Licin diperketat untuk mengantisipasi api memasuki wilayah Banyuwangi.
Kapolsek Licin AKP Karyadi memimpin langsung pemantauan dengan menyisir sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur pergerakan api. Arah tiupan angin menjadi salah satu faktor yang terus dicermati petugas.
Bukan sekadar patroli rutin, langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini. Sebab, kondisi vegetasi yang kering ditambah perubahan arah angin dapat membuat api bergerak cepat dan sulit dikendalikan apabila terlambat diantisipasi.
“Kami bersama unsur lintas sektoral terus memantau perkembangan di lapangan. Fokus utama kami saat ini adalah mendeteksi arah pergerakan api sedini mungkin, sehingga langkah penyekatan atau pemadaman bisa segera dilakukan,” ujar AKP Karyadi.
Menurutnya, pemantauan dilakukan secara intensif untuk memastikan setiap perubahan kondisi dapat segera ditindaklanjuti. Koordinasi antarinstansi juga diperkuat agar informasi mengenai perkembangan api tidak terlambat diterima petugas di lapangan.
Ancaman bukan hanya soal api, tetapi seberapa cepat api dapat dikendalikan sebelum memasuki kawasan yang lebih luas.
Karena itu, aparat juga memperingatkan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lereng dan kawasan hutan agar tidak melakukan tindakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Warga diminta tidak membakar sampah, membuka lahan dengan cara membakar, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap baru atau melihat indikasi api bergerak mendekati wilayah Banyuwangi.
Polsek Licin memastikan pemantauan akan terus dilakukan menyesuaikan kondisi di lapangan. Setiap perkembangan terkait arah pergerakan api menjadi perhatian untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan penyekatan maupun pemadaman.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah karhutla dari wilayah Bondowoso meluas ke kawasan Gunung Rante dan kemudian mengancam wilayah lain di Banyuwangi.
Aparat menegaskan, dalam kondisi seperti ini, deteksi dini dan kecepatan respons menjadi kunci agar api tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar.
Redaksi






