Surabaya, harianmerdeka.co.id – Aura perubahan mulai terasa di tubuh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Kedatangan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Timur, Dr. Abdul Qohar AF, S.H., M.H., pada Senin (4/5/2026), disambut hangat dan penuh semangat oleh seluruh jajaran, menandai dimulainya babak baru kepemimpinan di institusi penegak hukum tersebut.
Didampingi Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Wilayah Jawa Timur, Ny. Dewi Qohar, Kajati tiba di Kantor Kejati Jatim dengan penyambutan yang sarat makna.
Prosesi pengalungan bunga oleh Wakajati Luhur Istighfar, S.H., M.Hum., bersama perwakilan IAD menjadi simbol resmi diterimanya pucuk pimpinan baru—sekaligus isyarat estafet kepemimpinan yang kini berada di tangan figur baru.
Suasana semakin hidup saat Tari Remo ditampilkan sebagai pembuka. Tarian khas Jawa Timur itu bukan sekadar hiburan seremonial, melainkan representasi nilai-nilai keberanian, keteguhan, dan jiwa kepemimpinan ksatria—karakter yang diharapkan melekat dalam kepemimpinan Kajati yang baru.
Namun di balik nuansa hangat dan penuh kekeluargaan, terselip pesan kuat: soliditas internal menjadi kunci.
Momen ini mencerminkan kesiapan seluruh jajaran untuk bergerak serentak, menjaga ritme kerja, serta mengawal arah baru yang akan dibangun di bawah komando Kajati.
Tak butuh waktu lama, usai penyambutan, Dr. Abdul Qohar AF langsung menggelar briefing terbatas bersama pejabat utama.
Langkah cepat ini mengindikasikan gaya kepemimpinan yang tegas dan terukur—fokus pada konsolidasi, penyamaan visi, dan penguatan koordinasi sejak hari pertama.
Pertemuan tersebut menjadi fondasi awal dalam merumuskan arah strategis Kejati Jatim ke depan.
Harapannya jelas: seluruh lini bergerak dalam satu komando, memperkuat kinerja penegakan hukum yang profesional, berintegritas, dan responsif terhadap dinamika masyarakat.
Kehadiran Kajati baru bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan momentum untuk mempercepat transformasi.
Publik kini menanti, gebrakan apa yang akan lahir dari kepemimpinan Dr. Abdul Qohar AF dalam menegakkan hukum di Jawa Timur.
Sumber : Ig @kejatijatim
Penulis : Redaksi






