BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Ribuan masyarakat memadati Alun-Alun Raden Bagus Asra, Bondowoso, dalam kegiatan pengajian umum Bondowoso Bersholawat yang dirangkai dengan kegiatan rutin Ratibul Haddad, Minggu (25/10/2026). Lantunan sholawat dan doa bersama menjadi momentum mempererat persaudaraan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan yang didukung Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama 88 Group tersebut menghadirkan Majelis Sabilu Taubah bersama Gus Iqdam dan KH. A. Fuad Noerhasan, Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Acara ini juga dihadiri Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta keluarga besar 88 Group.
Kehadiran para ulama, pemerintah, dan masyarakat dalam satu majelis menjadi gambaran kuatnya tradisi religius yang tumbuh di Bondowoso. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ruang untuk bersholawat, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan dan menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Bondowoso Bersholawat, khususnya panitia dari 88 Group, para ulama, dan tokoh masyarakat.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Gus Iqdam, KH. A. Fuad Noerhasan, serta seluruh tamu undangan dan masyarakat yang hadir.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan keagamaan diharapkan menjadi fondasi dalam mewujudkan kehidupan masyarakat Bondowoso yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan.
Gus Iqdam: Zikir Harus Tercermin dalam Akhlak
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan hati melalui zikir serta membiasakan diri menerima dan mengamalkan nasihat para ulama.
Ia menekankan bahwa zikir tidak semestinya berhenti pada lisan, tetapi harus tercermin dalam perilaku, akhlak, dan produktivitas seseorang dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penguatan spiritual perlu berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Nilai-nilai keagamaan diharapkan tidak hanya hadir dalam majelis pengajian, tetapi juga diwujudkan melalui sikap saling menghormati, menjaga persaudaraan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Gus Iqdam juga mengajak masyarakat Bondowoso untuk terus melestarikan tradisi keagamaan serta menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Zulkifli Hasan Tekankan Sinergi Ulama dan Pemerintah
Sementara itu, Menko Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan mengapresiasi penyelenggaraan Bondowoso Bersholawat yang mempertemukan pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam satu kegiatan keagamaan.
Ia menegaskan bahwa kebersamaan ketiga unsur tersebut merupakan modal penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dukungan dan doa para ulama diharapkan terus mengiringi langkah pemerintah dalam menjalankan amanah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keharmonisan sosial serta nilai-nilai moral yang hidup di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lantunan sholawat dan doa bersama sebagai ikhtiar memperkuat keimanan, menjaga persatuan, serta memohon keberkahan bagi masyarakat dan Kabupaten Bondowoso.
Melalui Bondowoso Bersholawat, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap semangat religiusitas dan kebersamaan dapat terus tumbuh, menjadi perekat persaudaraan, serta mendukung terciptanya daerah yang aman, harmonis, dan sejahtera.






