Berita  

Libur Sekolah Tak Lagi Membosankan, Mahasiswa KKN 215 UINSA Sulap Balai Desa Jadi Kelas Belajar Gratis

Suasana Balai Desa Sumber Canting Saat Libur Sekolah Dimanfaatkan Belajar
Suasana Balai Desa Sumber Canting Saat Libur Sekolah Dimanfaatkan Belajar

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Libur sekolah identik dengan waktu bermain. Namun, suasana berbeda terlihat di Balai Desa Sumber Canting, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso. Sejumlah anak sekolah dasar tampak antusias mengikuti pembelajaran yang dipandu Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 215 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya melalui program Holiday Learning.

Program ini menjadi angin segar bagi orang tua yang ingin anak-anaknya tetap belajar selama masa liburan. Tak sekadar mengisi waktu luang, Holiday Learning dirancang berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat setelah mahasiswa melakukan wawancara dengan para orang tua dan observasi langsung terhadap kondisi belajar anak-anak di desa tersebut.

Koordinator KKN 215 menjelaskan, Holiday Learning lahir bukan sekadar untuk memenuhi program kerja KKN, tetapi sebagai solusi atas persoalan yang ditemukan di lapangan.

“Program ini kami susun berdasarkan kebutuhan yang kami temukan langsung melalui wawancara dengan orang tua dan observasi di lapangan. Harapannya, anak-anak tetap memiliki ruang belajar yang menyenangkan selama libur sekolah,” ujarnya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 15 siswa kelas 2 hingga kelas 6 SD ini digelar setiap hari Rabu dan Kamis selama masa pelaksanaan KKN dan libur sekolah. Mata pelajaran yang diberikan difokuskan pada Bahasa Indonesia setiap Rabu dan Matematika setiap Kamis.

Pemilihan dua mata pelajaran tersebut bukan tanpa alasan. Dari hasil pengamatan mahasiswa, sebagian besar anak di Desa Sumber Canting menggunakan Bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi itu membuat kemampuan berbahasa Indonesia, khususnya dalam membaca, menulis, dan memahami materi pelajaran di sekolah, masih perlu mendapat penguatan.

READ  Kisah di Balik Supliyer Roti Kering MBG: UMKM Jasmine Food Dadapan Ikut Sukseskan Program Gizi di Bondowoso

Selain itu, Matematika dipilih karena menjadi salah satu mata pelajaran yang paling sering dianggap sulit oleh siswa. Dengan metode belajar yang lebih santai dan interaktif, mahasiswa berharap anak-anak tidak lagi merasa takut menghadapi pelajaran berhitung.

Suasana belajar pun dibuat jauh dari kesan membosankan. Mahasiswa mengombinasikan pembelajaran dengan berbagai aktivitas menarik seperti mewarnai, permainan edukatif, hingga pembelajaran agama. Pendekatan tersebut membuat anak-anak tetap fokus sekaligus menikmati proses belajar.

Gelak tawa dan semangat peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak aktif bertanya, menjawab soal, bahkan saling membantu teman yang mengalami kesulitan memahami materi.

Partisipasi orang tua juga menjadi salah satu kekuatan program ini. Banyak di antara mereka yang turut mendampingi putra-putrinya selama kegiatan berlangsung. Kehadiran orang tua tidak hanya memberikan motivasi kepada anak, tetapi juga mempererat komunikasi dengan mahasiswa KKN. Salah seorang orang tua peserta mengaku sangat terbantu dengan adanya Holiday Learning.

“Anak saya jadi lebih semangat belajar selama libur. Kami juga merasa terbantu karena ada pendampingan dari mahasiswa,” katanya.

READ  Pemulihan Pascabanjir Terus Dikebut, Pemkab Bondowoso Fokus pada Titik Rawan dan Infrastruktur

Dukungan serupa datang dari Pemerintah Desa Sumber Canting yang menyediakan Balai Desa sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Pemerintah desa menilai program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak.

“Kami mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan kegiatan positif bagi anak-anak di Desa Sumber Canting,” ujar salah satu perangkat desa.

Yang membuat Holiday Learning berbeda dari program belajar lainnya adalah proses penyusunannya yang berbasis kebutuhan masyarakat. Sebelum menentukan materi, mahasiswa terlebih dahulu berdialog dengan orang tua mengenai kesulitan belajar yang dihadapi anak-anak mereka.

Hasil wawancara kemudian dipadukan dengan observasi terhadap lingkungan sosial dan kebiasaan berbahasa masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, materi pembelajaran disusun sesuai kondisi peserta sehingga lebih mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka.

Meski baru pertama kali dilaksanakan di Desa Sumber Canting, program ini mendapat respons yang sangat positif. Antusiasme peserta terus meningkat, sementara orang tua berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut meski masa KKN telah berakhir.

Bagi mahasiswa KKN 215 UINSA, keberhasilan Holiday Learning tidak hanya diukur dari bertambahnya kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga dari tumbuhnya semangat belajar serta kedekatan antara mahasiswa dengan masyarakat.

Program ini menjadi bukti bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan melalui pembangunan fisik. Pendampingan sederhana di bidang pendidikan pun mampu memberikan dampak yang berarti ketika dirancang berdasarkan kebutuhan warga.

READ  Pengurus DPC PKDI Bondowoso Dikukuhkan, H. Kusnadi, S.H : Tanggung Jawab Besar Jembatani Aspirasi Desa

Di tengah tantangan rendahnya minat belajar selama liburan, Holiday Learning menghadirkan alternatif kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan. Anak-anak tetap dapat menikmati masa libur tanpa kehilangan kesempatan untuk mengasah kemampuan dasar mereka.

Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai program KKN semata, melainkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk menghadirkan ruang belajar yang ramah, gratis, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan kolaborasi antara mahasiswa, orang tua, dan pemerintah desa, pendidikan dapat terus tumbuh dari lingkungan terkecil, menciptakan generasi yang lebih percaya diri, gemar belajar, dan siap menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

Sumber : KKN UINSA 215

Penulis : Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *