Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso semakin memantapkan langkah menuju Revalidasi Ijen UNESCO Global Geopark (UGGp) 2026. Melalui rangkaian Pra Revalidasi yang berlangsung pada pertengahan Juli 2026, tim evaluator memberikan apresiasi atas kesiapan Bondowoso sekaligus menyampaikan sejumlah catatan strategis yang harus segera dituntaskan sebelum proses revalidasi resmi pada Agustus mendatang.
Persiapan dilakukan secara intensif sejak 14 Juli 2026 melalui koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, komunitas, pengelola site, hingga pelaku wisata. Sejumlah tim diterjunkan ke berbagai lokasi geosite untuk memastikan seluruh aspek penilaian UNESCO telah dipenuhi.
Sebagian tim terlebih dahulu mengikuti kegiatan Pra Revalidasi di Kabupaten Banyuwangi sebagai bentuk sinergi pengelolaan kawasan Ijen UNESCO Global Geopark yang mencakup wilayah Banyuwangi dan Bondowoso. Sementara itu, tim di Bondowoso fokus melakukan pembenahan di berbagai lokasi geosite.
Berbagai pekerjaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penataan kawasan, penyempurnaan papan informasi dan materi interpretasi, perbaikan fasilitas pendukung, hingga penguatan koordinasi dengan pengelola site. Seluruh persiapan dikebut hingga 15 Juli agar setiap lokasi siap menyambut kedatangan tim evaluator Pada Kamis (16/7/2026),
Tim Pra Revalidasi Ijen Geopark Indonesia yang dipimpin Bu Ella bersama tim dari Pemerintah Provinsi tiba di Bondowoso. Rombongan disambut jajaran Pemerintah Kabupaten Bondowoso sebelum memulai rangkaian peninjauan lapangan dari kawasan Paltuding.
Tim kemudian mengunjungi sejumlah geosite unggulan Bondowoso, di antaranya Black Lava Belalangan, Kampung Kopi Kluncing, dan SMADA Bondowoso sebagai lokasi pendukung edukasi Geopark.
Di setiap lokasi, evaluator melakukan penilaian terhadap berbagai indikator UNESCO, mulai dari aspek geologi, keanekaragaman hayati (biodiversitas), warisan budaya, pemberdayaan masyarakat, kegiatan edukasi, hingga tata kelola kawasan.
Rangkaian Pra Revalidasi ditutup dengan evaluasi komprehensif di Kantor Bapperida Kabupaten Bondowoso yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar 21.30 WIB.
Dalam forum tersebut, Tim Pra Revalidasi menyampaikan apresiasi atas keseriusan Pemerintah Kabupaten Bondowoso bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mempersiapkan proses revalidasi. Namun demikian, evaluator juga memberikan sejumlah rekomendasi penting yang harus segera ditindaklanjuti.
Beberapa poin yang menjadi perhatian meliputi penyempurnaan informasi interpretasi di setiap site, penguatan narasi Geopark agar lebih mudah dipahami pengunjung, peningkatan kualitas dokumentasi, penataan fasilitas pendukung, serta penguatan sinergi antar-pengelola kawasan.
Seluruh catatan tersebut akan menjadi fokus pembenahan menjelang kedatangan tim evaluator UNESCO pada Agustus 2026.
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan. Upaya ini menjadi bagian dari strategi mempertahankan status Ijen UNESCO Global Geopark sekaligus memperkuat pengelolaan kawasan berbasis konservasi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, komunitas, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Bondowoso optimistis mampu menghadapi proses revalidasi dengan hasil terbaik.
Keberhasilan mempertahankan status UNESCO bukan sekadar prestise internasional, tetapi juga menjadi momentum memperkuat posisi Bondowoso sebagai destinasi geowisata kelas dunia yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam dan warisan budaya.
Penulis : Redaksi






