Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Respons cepat ditunjukkan Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M. setelah menerima laporan hilangnya dua pendaki di jalur Gunung Piramid. Tak sekadar memberikan instruksi, Kapolres turun langsung ke lokasi untuk memimpin koordinasi lintas instansi sekaligus memastikan operasi pencarian berlangsung cepat, terarah, dan mengutamakan keselamatan.
Bertempat di Pendopo Kecamatan Curahdami, Selasa (4/8/2026), AKBP Aryo memimpin Rapat Koordinasi Muspika Plus bersama BPBD Kabupaten Bondowoso dan seluruh unsur terkait guna menyusun strategi terbaik dalam pencarian dua pendaki yang dilaporkan belum kembali dari Gunung Piramid.
Rapat tersebut dihadiri Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, S.H., M.H., Camat Curahdami Guruh Purnama P.S., S.STP., M.Si., Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, S.H., perwakilan Danramil Curahdami, Kepala UPTD Puskesmas Curahdami, serta jajaran Muspika dan instansi yang terlibat dalam operasi kemanusiaan tersebut.
Dalam arahannya, Kapolres mengungkapkan tim telah memperoleh petunjuk penting dari tenaga kesehatan UPTD Puskesmas Curahdami yang sebelumnya berpapasan dengan kedua pendaki. Kepala UPTD Puskesmas Curahdami, dr. Pong Hariadi Susetya, bahkan mengonfirmasi sempat mengabadikan keberadaan keduanya saat berada di Puncak Piramid sekitar pukul 09.45 WIB.
Informasi tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan titik prioritas pencarian. Kapolres juga menegaskan pengalaman penanganan insiden serupa di Gunung Piramid menjadi bekal penting untuk menyusun pola pencarian yang lebih efektif sesuai karakteristik medan.
«”Kami tidak akan menyia-nyiakan setiap informasi yang diterima. Seluruh potensi dan kemampuan personel kami kerahkan agar kedua korban dapat segera ditemukan. Keselamatan manusia adalah prioritas utama. Seluruh unsur yang terlibat harus bergerak cepat, bekerja cermat, bersinergi, dan tetap mengutamakan keselamatan selama proses pencarian berlangsung,” tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo.»
Sementara itu, Camat Curahdami menyampaikan bahwa posko induk pencarian telah didirikan di Dusun Tegal Tengah RT 17, Kelurahan Poncogati. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi seluruh unsur gabungan sekaligus tempat pengumpulan informasi guna menyusun kronologi kejadian secara utuh. Di sisi lain, Tim Basarnas Kabupaten Jember juga tengah bergerak menuju lokasi untuk memperkuat operasi pencarian.
Kapolsek Curahdami AKP Muktamar menambahkan personel kepolisian telah disiagakan di Pos 1 untuk melakukan pendataan sekaligus penyaringan relawan yang akan bergabung dalam operasi pencarian. Koordinasi dengan UPTD Puskesmas Curahdami juga terus dilakukan untuk menyiagakan ambulans beserta tenaga medis sebagai langkah antisipasi apabila korban berhasil ditemukan dalam kondisi membutuhkan penanganan darurat.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dua orang yang dilaporkan hilang adalah Hj. Maliya Finda (51), warga Kelurahan Darmo, Kecamatan Wonokromo, Surabaya, serta Erfan Nasrul Laili, pemandu pendakian asal Desa Traktakan, Kecamatan Wonosari, Bondowoso.
Keduanya diketahui berangkat menuju Gunung Piramid menggunakan sepeda motor Yamaha NMax bernomor polisi P 2938 ES milik Lukman Hakim, warga Desa Tumpeng, Kecamatan Wonosari.
Respons cepat yang ditunjukkan AKBP Aryo Dwi Wibowo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kehadiran Kapolres secara langsung di posko dinilai mampu memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat pengambilan keputusan di lapangan, sekaligus meningkatkan semangat personel gabungan dan relawan yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, AKBP Aryo Dwi Wibowo masih berada di posko induk pencarian untuk memantau perkembangan situasi sekaligus memimpin jalannya operasi. Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bukti komitmen Polres Bondowoso dalam memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, terutama pada situasi darurat yang menyangkut keselamatan jiwa.
Penulis : Redaksi






