Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Hidayah Dadapan Grujugan melaksanakan Survey Indikator Kinerja Sasaran Strategis (IKSS) untuk mengukur tingkat kepatuhan penerima manfaat dalam mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Survey tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Badan Gizi Nasional (BGN), sekaligus memastikan pelaksanaan program MBG berjalan sesuai sasaran strategis yang telah ditetapkan dalam Peraturan Badan Gizi Nasional Nomor 5 Tahun 2025 tentang Rencana Strategis BGN Tahun 2025-2029.
Pengukuran IKSS dilakukan sebagai instrumen untuk mengetahui tingkat keberhasilan pencapaian sasaran strategis. Data yang diperoleh selanjutnya dapat menjadi bahan dalam pemantauan, evaluasi pelaksanaan program, serta pengukuran kinerja BGN secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dalam survei tersebut, indikator yang diukur adalah tingkat kepatuhan konsumsi MBG oleh penerima manfaat. Pengukuran mencakup kepatuhan dalam mengonsumsi makanan sesuai frekuensi, porsi, dan waktu konsumsi yang telah ditetapkan.
Pelaksanaan survei melibatkan lima orang penerima manfaat yang mewakili kelompok sasaran, mulai dari PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, hingga kelompok ibu hamil (BUMIL), ibu menyusui (BUSUI), dan balita.
Salah satu instrumen yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah formulir observasi sisa makanan dengan metode Comstock. Metode ini digunakan untuk membantu mengukur dan mencatat jumlah makanan yang tersisa setelah penerima manfaat mengonsumsi menu MBG.
Survey IKSS telah dilakukan di sejumlah lokasi penerima manfaat, di antaranya Posyandu Durian 1 dan 3 Dawuhan, KB/TK Nurul Hidayah, serta SDN Dadapan 1 Bondowoso.
Melalui pelaksanaan survey tersebut, SPPG Yayasan Hidayah Dadapan Grujugan turut mendukung upaya evaluasi program MBG berbasis data. Hasil pengukuran diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai tingkat penerimaan dan kepatuhan konsumsi makanan bergizi oleh penerima manfaat, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program MBG ke depan.
Penulis : Redaksi






