Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau Tahun 2026 resmi digelar di Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat posisi kopi dan tembakau sebagai komoditas unggulan sekaligus mengangkat nilai ekonomi hasil pertanian masyarakat.
Festival ini mempertemukan para pelaku usaha, komunitas pecinta kopi dan tembakau, petani, peserta kompetisi, serta tamu dari berbagai daerah. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda tahunan, tetapi mampu melahirkan kolaborasi dan membuka pasar yang lebih luas bagi produk lokal.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso menegaskan bahwa kopi dan tembakau memiliki sejarah panjang serta peran penting dalam kehidupan ekonomi masyarakat.
“Kalau kita berbicara tentang kopi dan tembakau, maka kita berbicara tentang perjuangan para petani,” ujarnya.
Menurutnya, setiap hasil produksi kopi maupun tembakau merupakan buah dari kerja keras, ketekunan dan keringat para petani serta pelaku usaha. Karena itu, keberadaan festival diharapkan menjadi bentuk apresiasi sekaligus ruang untuk memperkuat ekosistem komoditas tersebut.
Penyelenggaraan Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 juga disebut sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Bondowoso sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2026–2029, yakni mewujudkan Bondowoso yang tangguh, unggul, berdaya saing global dan berbudaya dalam bingkai keimanan dan ketakwaan.
Khususnya, festival tersebut berkaitan dengan misi pembangunan ekonomi inklusif melalui pemanfaatan potensi perekonomian lokal secara berkelanjutan.
Pemkab Bondowoso menargetkan peningkatan nilai ekonomi dan daya saing kopi serta tembakau melalui berbagai strategi, mulai dari pengolahan, pengemasan, promosi inovatif, penetrasi pasar hingga penguatan posisi petani dalam rantai nilai tambah.
“Karakter tembakau dan kopi memang berbeda, tetapi keduanya berasal dari tanah Bondowoso dan terkait erat dengan kehidupan masyarakat kita,” katanya.
Festival tahun ini juga diramaikan berbagai perlombaan dan kompetisi yang menguji keterampilan, ketelitian, pengetahuan, cita rasa serta kreativitas peserta dalam mengolah dan mengenali potensi kopi maupun tembakau.
Para peserta diminta menjadikan kompetisi bukan semata-mata sebagai ajang memenangkan perlombaan, melainkan sebagai ruang belajar, memperluas jaringan dan membangun kolaborasi baru.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat diajak mengenal lebih dekat sejumlah kekayaan khas Bondowoso, di antaranya kopi Argopuro dan kopi Ijen serta tembakau khas Bondowoso seperti tembakau Hensian dan Beringin.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh masyarakat ikut menjaga keramahan sebagai tuan rumah selama festival berlangsung.
Lebih jauh, Bupati menyampaikan kabar mengenai peluang penguatan ekosistem perkopian Bondowoso melalui dukungan lembaga internasional.
Ia menyebut perwakilan International Labour Organization (ILO) yang sebelumnya datang ke Bondowoso telah mendekati keputusan untuk menjadikan Bondowoso sebagai salah satu wilayah yang mendapatkan dukungan program.
Menurutnya, dukungan tersebut diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan dan perkembangan sektor kopi, khususnya dalam meningkatkan daya saing serta nilai tambah komoditas.
“Program-program yang nantinya didukung dan dilahirkan oleh ILO, terutama di tingkat nasional dengan dukungan Menteri Bappenas yang juga akan hadir pada penutupan festival ini, diharapkan semakin menggairahkan kita untuk menghidupkan kembali dinamika dan kreativitas dalam pengembangan kopi di Kabupaten Bondowoso,” tuturnya.
Ia menambahkan, pengembangan kopi harus diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi, tetapi juga bagaimana petani memperoleh manfaat lebih besar dari rantai nilai komoditas tersebut.
Salah satu upaya yang didorong adalah pengembangan konsep Bondowoso BRK sebagai bagian dari strategi penguatan kopi daerah.
Festival Kopi Nusantara ke-9 dan Tembakau 2026 kemudian dibuka secara resmi dengan bacaan Bismillahirrahmanirrahim.
Dalam sambutannya, Bupati juga menyampaikan pantun:
Harum aroma kopi di cangkir kaca,
Tembakau Bondowoso mutu utama.
Mari bersama sukseskan acara,
Bahu-membahu membangun daerah tercinta.
“Selamat menikmati kemeriahan festival, selamat berkompetisi bagi seluruh peserta. Semoga kegiatan ini sukses dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi para petani, pelaku usaha dan seluruh masyarakat Bondowoso,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi






