Probolinggo, harianmerdeka.co.id– Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Jasa Marga terus mematangkan kesiapan operasional Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi (Prosiwangi), khususnya segmen Gending-Kraksaan-Paiton. Ruas tol tersebut ditargetkan dapat difungsikan dalam hitungan hari atau pada akhir September 2026.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, tahapan uji laik fungsi serta kesiapan administratif untuk ruas tersebut telah rampung. Dengan demikian, pengoperasian tol tinggal menunggu tahapan akhir sebelum resmi digunakan masyarakat.
Percepatan pengoperasian dinilai penting menyusul adanya pekerjaan perbaikan Jembatan Pajarakan di jalur nasional Pantura. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kepadatan lalu lintas, terutama pada jalur utama yang menjadi penghubung kawasan Probolinggo dan wilayah Tapal Kuda.
“Uji laik fungsi dan kesiapan administratif sudah rampung,” kata Emil dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, keberadaan ruas Gending-Kraksaan-Paiton diharapkan dapat menjadi jalur alternatif untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas selama pekerjaan di jalur nasional berlangsung.
Pengoperasian ruas tol tersebut juga menjadi bagian penting dari kesiapan konektivitas wilayah Jawa Timur bagian timur. Infrastruktur ini nantinya akan memperkuat akses dari kawasan Probolinggo menuju Situbondo hingga Banyuwangi.
Direktur Utama Jasa Marga Prosiwangi, Adi Prasetyanto, mengatakan pengelola telah melakukan berbagai persiapan, termasuk sosialisasi kepada masyarakat menjelang pembukaan ruas tol.
Sebagai bentuk dukungan terhadap kelancaran mobilitas masyarakat, ruas Gending-Paiton direncanakan difungsikan secara gratis selama beberapa hari pertama pengoperasian.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat beradaptasi dengan keberadaan jalur baru sekaligus mendukung pengalihan sebagian arus kendaraan dari jalur nasional Pantura.
“Ruas Gending-Paiton akan difungsikan secara gratis selama beberapa hari pertama,” ujar Adi.
Namun, pengoperasian tersebut tidak berarti seluruh jaringan Tol Prosiwangi telah tersambung hingga Besuki. Segmen Paiton-Besuki masih berada dalam tahapan uji laik fungsi.
Jasa Marga menargetkan ruas lanjutan tersebut dapat mulai beroperasi sebelum periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Jika target tersebut tercapai, konektivitas jalan tol di wilayah timur Jawa Timur akan semakin panjang dan memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat.
Keberadaan ruas tol ini juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap distribusi barang dan mobilitas masyarakat di kawasan Tapal Kuda. Jalur Pantura selama ini menjadi salah satu koridor utama pergerakan kendaraan antarkabupaten, sehingga gangguan pada titik tertentu berpotensi berdampak pada perjalanan dalam skala lebih luas.
Meski demikian, percepatan pengoperasian tetap harus dibarengi dengan kepastian aspek keselamatan, kelayakan teknis, rambu-rambu, serta kesiapan pelayanan pengguna jalan. Terlebih, ruas tol yang baru difungsikan membutuhkan sosialisasi agar masyarakat memahami akses, aturan, maupun skema penggunaannya.
Dengan rampungnya uji laik fungsi dan administrasi segmen Gending-Kraksaan-Paiton, perhatian kini tertuju pada kesiapan akhir menjelang pengoperasian. Jika berjalan sesuai target, masyarakat akan memiliki alternatif perjalanan baru ketika perbaikan Jembatan Pajarakan masih berlangsung.
Sementara itu, target pengoperasian Paiton-Besuki sebelum Nataru menjadi tahap berikutnya yang ditunggu. Pengoperasian bertahap tersebut menjadi langkah penting menuju terwujudnya konektivitas Tol Prosiwangi yang menghubungkan Probolinggo, Situbondo hingga Banyuwangi.
Sumber Berita : Berbagai Sumber
Editor : Redaksi






