Doa Kebangsaan di Pendopo Bondowoso, Pemkab Ajak Ulama dan Masyarakat Perkuat Persatuan

Doa kebangsaan itu diikuti sejumlah unsur pemerintah, ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat.
Doa kebangsaan itu diikuti sejumlah unsur pemerintah, ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat.

BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar Doa Kebangsaan Bersama untuk Keselamatan Negeri di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Selasa (20/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta mendorong terciptanya situasi daerah yang aman dan kondusif.

Doa kebangsaan itu diikuti sejumlah unsur pemerintah, ulama, tokoh agama, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Melalui pendekatan keagamaan, Pemkab Bondowoso mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat ikhtiar bersama demi keselamatan bangsa dan negara.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Dr. Fathur Rozi, M.Fil., hadir mewakili Bupati Bondowoso. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun kebersamaan antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga keamanan serta kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, upaya menjaga kondusivitas daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah atau aparat keamanan. Dukungan tokoh agama dan partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk memperkuat persaudaraan serta mencegah munculnya persoalan yang dapat mengganggu kerukunan.

READ  Koordinasi dan Evaluasi Dapur Mitra, Yayasan Al Hidayah Perkuat Standar Layanan SPPG di Bondowoso dan Situbondo

Sinergi antara umara atau pemerintah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat menjadi salah satu landasan penting dalam menjaga kehidupan sosial yang harmonis.

“Penting bagi kita untuk terus memperkuat kebersamaan dan sinergi antara umara, ulama, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan keselamatan bangsa dan negara,” demikian pesan yang disampaikan Sekda dalam sambutannya.

Kegiatan diawali dengan istighosah, kemudian dilanjutkan doa bersama. Rangkaian tersebut menjadi sarana bagi para peserta untuk memanjatkan doa demi keselamatan negeri, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Sejumlah alim ulama dan tokoh agama turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain itu, tampak jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan lembaga keagamaan, organisasi Islam, pimpinan perangkat daerah, serta berbagai elemen masyarakat.

READ  ‎SPPG Al Hidayah Dadapan Grujugan Bondowoso Aktif Berdayakan Supplier Lokal

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keterlibatan lintas sektor dalam membangun suasana daerah yang damai dan saling menghormati.

Pemkab Bondowoso juga mengajak masyarakat menjadikan kegiatan keagamaan sebagai momentum mempererat tali persaudaraan, meningkatkan toleransi, serta menjaga hubungan baik antarkelompok di tengah keberagaman.

Pemerintah daerah berharap semangat kebersamaan yang terbangun melalui doa kebangsaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat diharapkan berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman, tertib, dan harmonis.

Upaya menjaga kedamaian, menurut pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, membutuhkan komitmen bersama yang tidak berhenti pada seremoni. Sikap saling menghargai, menjaga toleransi, serta membangun komunikasi yang baik menjadi bagian penting dalam merawat persatuan.

Melalui Doa Kebangsaan Bersama untuk Keselamatan Negeri, Pemkab Bondowoso berharap hubungan antara pemerintah, ulama, tokoh agama, dan masyarakat semakin erat. Kebersamaan itu diharapkan turut mendukung terciptanya kehidupan masyarakat yang tenteram, harmonis, dan sejahtera, sekaligus menjaga persatuan bangsa.

READ  Pemkab Bondowoso Perkuat Strategi Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *