KORMI Didorong Jadi Motor Penggerak Olahraga Masyarakat, Bupati Bondowoso Bidik Potensi Wisata dan Ekonomi Daerah

Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bondowoso
Pengurus Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bondowoso

BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai memperkuat pengembangan olahraga masyarakat dengan mendorong sinergi bersama Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI). Tak sekadar mengejar kebugaran, olahraga masyarakat juga diarahkan menjadi instrumen pelestarian budaya, penguatan kebersamaan, hingga penggerak potensi pariwisata dan ekonomi lokal.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., saat menerima audiensi jajaran KORMI di Pendopo Raden Bagus Assra, Rabu (4/11/2026).

Audiensi itu turut dihadiri Kepala Disparbudpora Bondowoso, Kabid Pemuda dan Olahraga Disparbudpora, serta Ketua KORMI bersama jajaran pengurus.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid menegaskan bahwa pengembangan olahraga masyarakat harus dibangun melalui kegiatan yang menyenangkan, mudah diikuti, dan berkelanjutan. Menurutnya, olahraga tidak boleh hanya menjadi aktivitas seremonial atau kegiatan sesaat, melainkan perlu tumbuh menjadi budaya dan bagian dari gaya hidup masyarakat.

READ  Polres Bondowoso Berhasil Tangkap Pelaku Curanmor Antar Daerah

Karena itu, ia mendorong KORMI untuk memperluas keterlibatan berbagai kelompok masyarakat dan komunitas melalui agenda olahraga rutin. Langkah tersebut dinilai penting agar semakin banyak warga memiliki ruang untuk beraktivitas, berekreasi secara positif, sekaligus menjaga kebugaran.

Selain olahraga rekreasi, perhatian Bupati juga tertuju pada pengembangan olahraga tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal Bondowoso.

Menurutnya, berbagai permainan dan aktivitas olahraga tradisional memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Di dalamnya terkandung semangat kebersamaan, gotong royong, serta identitas budaya yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bupati bahkan melihat olahraga tradisional memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata daerah apabila dikemas melalui penyelenggaraan event secara rutin dan menarik.

READ  Tinjau Lokasi TMMD Ke-123 Bondowoso, Ini Pesan Wasev Aslog Panglima TNI

“Olahraga tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat, apabila dibudayakan dan diperkenalkan melalui event rutin, tentu bisa menjadi daya tarik wisata. Ini juga menjadi peluang untuk mengangkat potensi daerah,” ungkapnya.

Lebih jauh, penyelenggaraan kegiatan olahraga berbasis tradisi dinilai dapat menciptakan efek berganda. Selain memperkuat eksistensi budaya lokal, kegiatan tersebut berpotensi mendatangkan pengunjung, menghidupkan aktivitas komunitas, serta membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat sekitar.

Dengan demikian, olahraga masyarakat diharapkan tidak hanya berhenti pada agenda kompetisi maupun rekreasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah.

Sinergi Pemkab Bondowoso dan KORMI pun diharapkan menjadi langkah strategis untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam berolahraga sekaligus mengoptimalkan potensi olahraga tradisional sebagai bagian dari identitas dan daya tarik Bondowoso.

READ  Hari Bhayangkara ke - 78 Kapolda Jatim Ingatkan Kolaborasi Kawal Pilkada 2024

Tantangannya ke depan adalah bagaimana gagasan tersebut diwujudkan dalam program yang konsisten, memiliki agenda berkelanjutan, serta benar-benar melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *