BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Kabar baik bagi masyarakat Bondowoso. Jembatan Sentong yang selama ini menjadi perhatian pengguna jalan ditargetkan mulai dibuka secara terbatas pada 6 November 2026. Pembukaan awal tersebut direncanakan khusus untuk kendaraan roda dua (R2) dan kendaraan pribadi.
Rencana ini menjadi bagian dari kesepakatan Forum Lalu Lintas Kabupaten Bondowoso bersama UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan (PJJ) Provinsi Jawa Timur wilayah Jember dalam rapat yang digelar di Satlantas Polres Bondowoso, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat sebelumnya di UPT PJJ Jember pada 28 Oktober 2026. Pembahasan difokuskan pada rencana pembukaan Jembatan Sentong sekaligus pengaspalan jalan alternatif untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Berdasarkan hasil forum, pembukaan Jembatan Sentong akan dilakukan secara terbatas atau open traffic. Namun, akses tersebut belum berlaku untuk seluruh jenis kendaraan karena kondisi jembatan masih dalam tahap penyelesaian.
Jembatan Belum Rampung 100 Persen
Meski pembukaan mulai direncanakan, sejumlah pekerjaan di Jembatan Sentong masih belum selesai.
Forum mencatat masih terdapat pekerjaan penerangan jalan umum (PJU) serta beberapa material yang berada di bahu kiri dan kanan jembatan.
Selain itu, ruang jalan yang saat ini dapat digunakan untuk perkerasan aspal baru sekitar tujuh meter untuk dua arah. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum jembatan dibuka untuk masyarakat.
Karena itu, sebelum akses lalu lintas diberlakukan, masih diperlukan uji kelayakan jembatan guna memastikan keamanan dan kesiapan infrastruktur.
Pembukaan secara terbatas menjadi langkah yang dipertimbangkan agar masyarakat dapat mulai memanfaatkan akses tersebut, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis di lapangan.
Jalan Alternatif Dukoh Kembang–Petung–Pakuwesi Ikut Diaspal
Selain pembukaan Jembatan Sentong, Forum Lalu Lintas juga menyepakati revitalisasi jalan alternatif pada ruas Dukoh Kembang–Petung–Pakuwesi melalui pengaspalan.
Langkah ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus memberikan pilihan akses bagi pengguna jalan selama pengaturan lalu lintas berlangsung.
Pengaspalan jalan alternatif tersebut menjadi bagian dari agenda yang direncanakan bersamaan dengan pembukaan terbatas Jembatan Sentong pada 6 November 2026.
Dengan adanya dua langkah tersebut, pemerintah dan pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan konektivitas serta mengurangi kendala perjalanan masyarakat di kawasan Bondowoso.
Menunggu Kesiapan Teknis dan Keselamatan
Rencana pembukaan Jembatan Sentong pada 6 November 2026 masih memperhatikan kesiapan pekerjaan serta hasil uji kelayakan.
Forum Lalu Lintas menegaskan bahwa pembukaan terbatas dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jembatan yang belum sepenuhnya rampung.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan memahami bahwa akses awal nantinya tidak serta-merta berlaku bagi semua kendaraan.
Kesepakatan forum ini menjadi langkah lanjutan dalam penanganan akses Jembatan Sentong dan jalan alternatif. Jika seluruh persiapan berjalan sesuai rencana, pembukaan terbatas pada 6 November 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk kembali mendukung kelancaran aktivitas masyarakat Bondowoso.






