Probolinggo, harianmerdeka.co.id – Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, meresmikan Toko Rakyat Serba Ada (Torasera) Nurja Berkah yang berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, minggu 15 februari 2026.
Peresmian ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan pesantren.
Kehadiran Menteri Koperasi disambut hangat oleh jajaran pengurus pesantren, pengelola koperasi, serta masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Ferry Juliantono menegaskan bahwa Torasera bukan sekadar toko ritel, melainkan pusat distribusi dan induk koperasi yang akan menopang pergerakan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan di wilayah sekitar.
“Torasera ini diharapkan menjadi agregator dan pusat distribusi produk-produk unggulan masyarakat. Dengan sistem yang terintegrasi, koperasi desa dan kelurahan dapat menyalurkan produknya secara lebih luas dan berkelanjutan,” ujar Ferry.
Berlokasi strategis di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Torasera Nurja Berkah diproyeksikan menjadi pusat distribusi bagi Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di kawasan Probolinggo dan sekitarnya.
Berbagai produk unggulan seperti hasil pertanian, olahan UMKM, hingga kebutuhan pokok masyarakat akan dihimpun dan dipasarkan melalui jaringan koperasi yang lebih luas.
Langkah ini dinilai sebagai strategi konkret dalam membangun ekosistem koperasi yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan. Pesantren sebagai pusat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dinilai memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi berbasis gotong royong.
Sementara itu, pihak pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap penguatan ekonomi pesantren. Menurutnya, Torasera menjadi bukti nyata kolaborasi antara pesantren, masyarakat, dan pemerintah dalam menciptakan kemandirian ekonomi umat.
Dengan diresmikannya Torasera Nurja Berkah, diharapkan geliat ekonomi masyarakat sekitar semakin tumbuh dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan warga.
Peresmian Torasera Nurja Berkah menjadi langkah strategis yang patut diapresiasi. Model kolaborasi antara pesantren dan koperasi seperti ini dapat menjadi contoh nasional dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis komunitas.
Jika dikelola secara profesional dan transparan, Torasera berpotensi menjadi pusat distribusi yang tidak hanya memperkuat UMKM lokal, tetapi juga menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di daerah.(***)
Menteri Koperasi Ferry Juliantono Resmikan Torasera Nurja Berkah di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo





