Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Satu tahun kepemimpinan Bupati Abd. Hamid Wahid bersama wakilnya menunjukkan capaian signifikan di sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, produksi padi mencapai 640.537 ton atau meningkat 38 persen dibanding tahun sebelumnya.
Lonjakan produksi tersebut didukung berbagai program strategis yang menyasar petani secara langsung, mulai dari bantuan sarana produksi hingga penguatan layanan pertanian di desa.
Penguatan Kesejahteraan Petani
Pemerintah daerah meluncurkan sejumlah program unggulan, di antaranya BELATL (Bantuan Alat Pertanian untuk Buruh Tani) berupa 1.600 unit alat pertanian. Selain itu, program “1 Desa 1 Klinik Pertanian” menghadirkan layanan konsultasi dan pendampingan teknis bagi petani di tingkat desa.
Perlindungan usaha tani juga diperkuat melalui ASTANI (Asuransi untuk Petani), yang telah menjangkau 592 petani dengan luas lahan 245 hektare.
Infrastruktur dan Sarana Produksi
Di bidang infrastruktur, rehabilitasi irigasi dilakukan di 45 titik saluran primer dan sekunder untuk menjamin ketersediaan air pertanian. Pemerintah juga mendistribusikan pupuk subsidi hingga 98 persen serta memberikan pupuk gratis kepada 4.366 petani tembakau.
Tak hanya itu, bantuan benih dan sarana produksi diberikan secara masif, meliputi:
519.875 kg benih padi reguler (BLBU)
25.000 kg benih padi DBHCHT
200.000 kg benih padi gogo
37.500 kg benih padi varietas Sintanur
147.750 kg benih jagung hibrida
50.000 liter herbisida
25.000 liter insektisida
25 ton rodentisida
5.000 liter moluskisida
Program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) juga digulirkan melalui 45 kelompok masyarakat guna memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
Kopi Bondowoso Tembus Pasar Dunia
Komoditas unggulan daerah turut mencatat prestasi internasional. Kopi Java Ijen Raung berhasil menembus pasar Eropa dan Asia dengan total ekspor mencapai 1.200 ton.
Selain kopi, beras aromatik lokal Sintanur Wangi sebanyak 600 ton juga berhasil dipasarkan secara luas melalui jaringan ritel nasional Indomaret di seluruh Pulau Jawa.
Komitmen Pertanian sebagai Tulang Punggung Ekonomi
Pemerintah Kabupaten Bondowoso menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. Berbagai program yang telah berjalan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga stabilitas pangan.
Capaian selama satu tahun ini menunjukkan arah kebijakan yang fokus pada peningkatan produksi, perlindungan petani, serta perluasan akses pasar hingga tingkat global.
Sumber Berita : Ig @kominfobondowoso
Satu Tahun Kepemimpinan Bupati–Wakil Bupati Bondowoso: Produksi Padi Melonjak, Ekspor Kopi Mendunia






