Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Pasca ambrolnya Jembatan Sentong di wilayah Sukowiryo, Desa Nangkaan, jalur utama penghubung Bondowoso–Jember resmi ditutup total. Penutupan dilakukan sejak Senin malam (23/2/2026) demi menjaga keselamatan pengguna jalan, menyusul kerusakan struktur yang dinilai membahayakan.
Akses vital di Sukowiryo, Nangkaan tersebut tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat hingga waktu yang belum ditentukan.
Keputusan penutupan diambil berdasarkan rapat koordinasi lintas instansi yang melibatkan DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kabupaten Bondowoso, serta BPBD Kabupaten Bondowoso.
Penutupan total dinilai sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi potensi kerusakan lanjutan maupun risiko korban jiwa.
Pengalihan Arus Lalu Lintas
Sebagai solusi sementara, arus kendaraan dialihkan melalui jalur alternatif:
Kendaraan kecil: Kembang – Jetis – Nangkaan
Kendaraan besar/truk: Grujugan – Kalianyar – Koncer
Petugas gabungan telah disiagakan di sejumlah titik untuk membantu pengaturan lalu lintas serta memberikan informasi kepada pengendara.
Anggaran Perbaikan Rp17,5 Miliar
Kabar baik datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah menyiapkan anggaran perbaikan sebesar Rp17,5 miliar untuk membangun kembali jembatan tersebut.
Perwakilan UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan DPU Bina Marga Jawa Timur, Budi Hartono, menyampaikan bahwa pengerjaan direncanakan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri 2026, dengan mempertimbangkan kondisi teknis serta kesiapan lapangan.
“Perbaikan akan dilakukan secepatnya setelah Lebaran. Saat ini fokus utama adalah memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran jalur alternatif,” ujarnya.
Akses Vital dan Dampak Ekonomi
Jembatan Sentong merupakan jalur strategis penghubung antarwilayah yang selama ini menjadi lintasan utama distribusi barang, mobilitas pekerja, serta aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan timur Bondowoso.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mematuhi rambu pengalihan arus, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama hingga jembatan baru dapat difungsikan kembali.
Penulis ; Redaksi






