Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Upaya peningkatan kesehatan ibu dan anak terus digencarkan melalui kegiatan edukasi gizi terpadu yang dilaksanakan oleh SPPG Dadapan Grujugan Bondowoso Yayasan Al Hidayah di Desa Dawuhan, Kecamatan Grujugan, Rabu (25/02/2026).
Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara SPPG Dadapan, Promosi Kesehatan Masyarakat Puskesmas Grujugan, serta Bidan Desa Dawuhan, dengan melibatkan kader Pos Durian 2 dan masyarakat setempat.
Kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil yang disampaikan oleh Pengawas Gizi SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan Yayasan Al Hidayah Dadapan Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa KEK masih menjadi salah satu faktor risiko utama kelahiran bayi dengan berat badan rendah serta stunting.
“Ibu hamil membutuhkan asupan energi dan protein yang cukup. Jika KEK tidak ditangani, dampaknya bukan hanya pada ibu, tetapi juga pada tumbuh kembang janin,” jelasnya.
Selanjutnya, materi Gizi Seimbang untuk balita, ibu menyusui, dan ibu hamil disampaikan oleh tim Promkes. Tim mengingatkan pentingnya variasi makanan, kecukupan zat gizi, serta pola makan yang teratur dalam masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Gizi seimbang bukan berarti mahal. Yang terpenting adalah keberagaman sumber pangan lokal yang bergizi dan kebiasaan makan yang benar,” ujarnya.
Masih dari tim Promkes, memberikan edukasi tentang pentingnya cuci tangan sebelum mengonsumsi MBG (Makanan Bergizi Gratis). Ia menegaskan bahwa kebersihan tangan merupakan langkah sederhana namun sangat efektif untuk mencegah penyakit infeksi, terutama pada anak.
“Makanan bergizi tidak akan optimal jika dikonsumsi dengan tangan yang tidak bersih. Cuci tangan pakai sabun adalah perlindungan pertama bagi kesehatan keluarga,” tegasnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengukuran antropometri oleh Bidan Desa Dawuhan, bersama kader Pos Durian 2. Pengukuran meliputi berat badan, tinggi badan, dan Lingkar Lengan Atas (LILA) untuk memantau status gizi ibu hamil dan balita secara berkala.
“Pemantauan rutin sangat penting agar masalah gizi dapat dideteksi sejak dini dan segera ditangani,” katanya.
Masyarakat terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan hingga pemeriksaan kesehatan. Para kader juga aktif membantu pendataan serta memberikan pendampingan kepada ibu dan balita.
Kegiatan edukasi terpadu ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi, kebersihan, dan kesehatan ibu-anak, sekaligus menjadi langkah nyata dalam pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Grujugan.
“Sinergi lintas sektor seperti ini sangat penting agar pesan kesehatan tersampaikan secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkas panitia kegiatan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi seimbang dan perilaku hidup bersih semakin meningkat, sehingga kualitas kesehatan generasi mendatang dapat terjaga dengan baik.
Penulis : Ekojhalu






