Berita  

Real Food, Real Process: SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan Utamakan Menu Olahan, Tolak Produk UPF

Tim Dapur SPPG AL Hidayah Dadapan Grujugan Saat Buat Olahan Roti
Tim Dapur SPPG AL Hidayah Dadapan Grujugan Saat Buat Olahan Roti

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Komitmen menghadirkan pangan sehat bagi masyarakat terus dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bondowoso Grujugan Dadapan Yayasan Al Hidayah. Mengusung semangat “Real Food, Real Process, Say No To UPF Product”, SPPG memastikan setiap paket makanan yang diberikan kepada penerima manfaat selama bulan Ramadan berasal dari bahan pangan alami dan proses pengolahan yang sehat.

Selama bulan Ramadan, para penerima manfaat yang terdiri dari siswa serta kelompok 3B (ibu menyusui, ibu hamil, dan balita) mendapatkan paket menu kering yang dapat dikonsumsi saat waktu berbuka puasa. Paket tersebut disusun dengan memperhatikan kebutuhan gizi serta kemudahan konsumsi bagi para penerima.

Menu yang diberikan antara lain roti, olahan ubi atau singkong serta sumber karbohidrat lainnya, kacang-kacangan, hingga berbagai menu olahan berbahan tahu, tempe, ayam, daging, dan bahan pangan bergizi lainnya. Seluruh menu dirancang agar tetap bernutrisi, praktis, dan aman dikonsumsi saat berbuka.

Pihak SPPG Grujugan Dadapan menegaskan bahwa mereka mengutamakan makanan yang diolah secara langsung dibandingkan memberikan produk Ultra Processed Food (UPF) kepada para penerima manfaat. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas gizi sekaligus memastikan makanan yang dikonsumsi lebih sehat dan alami.

Selain itu, program ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal. SPPG bekerja sama dengan berbagai produk UMKM yang telah memiliki legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, serta sertifikasi halal.

Dengan langkah tersebut, selain memastikan keamanan pangan, kegiatan ini juga ikut mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Menariknya, tidak hanya menggandeng UMKM, SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan juga memproduksi roti sendiri sebagai bagian dari menu yang dibagikan kepada penerima manfaat.

Produksi mandiri ini dilakukan untuk menjaga kualitas bahan baku sekaligus memastikan proses pengolahan makanan tetap sesuai standar gizi dan kebersihan.

Melalui program ini, Yayasan Al Hidayah berharap kebutuhan gizi para penerima manfaat tetap terpenuhi selama Ramadan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan alami yang diolah secara sehat.

Dengan mengusung konsep “Real Food, Real Process”, SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan berupaya memberikan contoh bahwa program pemenuhan gizi tidak hanya tentang distribusi makanan, tetapi juga tentang kualitas pangan, kesehatan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi lokal.

Penulis : Redaksi

banner 400x130
READ  Polres Sumenep Berhasil Amankan Tersangka Pencabulan Gadis Dibawah Umur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *