Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso menggelar forum silaturahmi strategis bertajuk “Bondowoso Memanggil” di Pendopo Raden Bagus Assra, Jumat (27/3/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dalam memperkuat sinergi menghadapi dinamika ekonomi global yang kian menantang.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati As’ad Yahya Safi’, Sekretaris Daerah Dr. H. Fatur Rozi, jajaran OPD, serta tokoh masyarakat, akademisi, mahasiswa, dan pegiat sosial.
Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.
Meski pertumbuhan ekonomi Bondowoso berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Timur, ia mengingatkan agar tetap waspada terhadap dampak geopolitik global, terutama kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi memicu defisit anggaran.
“Kita harus menyiapkan langkah efisiensi dan simulasi kebijakan dari skenario optimis hingga terburuk. Adaptasi manajemen krisis sangat penting,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Pemkab mulai mengkaji efisiensi energi, termasuk opsi Work From Anywhere (WFA) bagi ASN, serta mendorong pemanfaatan lahan rumah tangga untuk memperkuat ketahanan pangan lokal.
Sementara itu, Sekretaris Daerah memaparkan capaian makro ekonomi tahun 2025 yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 5,32 persen, tingkat kemiskinan turun menjadi 12,20 persen, serta indeks gini membaik menjadi 0,271 yang menempatkan Bondowoso dalam kategori ketimpangan rendah.
Kemandirian desa juga mengalami lonjakan signifikan, dari 6 desa mandiri pada 2021 menjadi 47 desa pada 2025.
Untuk tahun 2026, Pemkab mengusung tema pembangunan “Penguatan Ekonomi Lokal Berbasis Inovasi dan Kemandirian Menuju Pertumbuhan Inklusif dan Berkelanjutan.” Sejumlah program prioritas pun disiapkan, mulai dari pembentukan 1.000 kelompok usaha baru, penguatan Rumah Kreatif Milenial (Kreanial), hingga pengembangan sektor pertanian melalui program 1 Desa 1 Klinik Pertanian, asuransi petani, dan bantuan pupuk gratis.
Di sektor digital dan pariwisata, pemerintah melakukan rebranding melalui BRK Reborn serta digitalisasi Digisata untuk mendukung pengembangan Ijen Geopark.
Selain itu, program sosial juga diperkuat melalui 10.000 beasiswa pintar, layanan kesehatan gratis Jamin Segar, serta program gizi bagi ibu hamil dan menyusui.
Pada sektor infrastruktur, melalui program Rantas (Infrastruktur Jalan Tuntas), Pemkab menargetkan peningkatan kemantapan jalan yang saat ini telah mencapai 67,58 persen dari total 1.039 kilometer jalan kabupaten.
Untuk tahun 2026, Pemkab menargetkan pertumbuhan ekonomi di kisaran 4,61 hingga 5,33 persen serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 72,54.
Melalui forum ini, pemerintah berharap “Bondowoso Memanggil” tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjadi wadah berkelanjutan dalam menyerap aspirasi masyarakat demi mewujudkan Bondowoso yang mandiri, tangguh, dan sejahtera.
Penulis : Redaksi






Nice blog here! Also your website loads up very fast!
What host are you using? Can I get your affiliate link to your host?
I wish my website loaded up as fast as yours lol