Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pemulihan dampak banjir di Desa Wonoboyo, Kabupaten Bondowoso, terus dipercepat oleh pemerintah daerah. Berbagai langkah, mulai dari penanganan darurat hingga perencanaan jangka panjang, kini dijalankan guna memastikan keselamatan warga serta meminimalisir risiko bencana susulan.
Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini tidak hanya pada pemulihan pascabanjir, tetapi juga penguatan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Penanganan ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Kita ingin mulai dari mitigasi, penanganan saat bencana, hingga pemulihan berjalan dalam satu sistem yang terarah dan terintegrasi,” ujarnya saat melakukan peninjauan lapangan, Senin, 13 April 2026.
Di lokasi terdampak, langkah penanganan sementara telah dilakukan melalui pemasangan bronjong di sejumlah titik rawan. Infrastruktur tersebut berfungsi menahan sekaligus mengarahkan aliran air agar tidak kembali meluap ke permukiman warga.
Selain Desa Wonoboyo, penanganan juga menyasar sejumlah wilayah lain yang terdampak banjir, di antaranya Kecamatan Wringin, Botolinggo, dan Sukosari. Secara keseluruhan, terdapat tujuh titik prioritas yang saat ini dalam proses penanganan dengan total alokasi anggaran sekitar Rp500 juta.
Kepala Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK), Ansori, menjelaskan bahwa intervensi tersebut merupakan langkah awal untuk menekan potensi kerusakan yang lebih luas.
“Ini masih penanganan sementara agar aliran air bisa dikendalikan. Paling tidak tidak langsung masuk ke rumah warga seperti sebelumnya,” jelasnya.
Tak hanya fokus pada pengendalian aliran air, pemerintah juga memberi perhatian serius terhadap infrastruktur vital, khususnya jembatan. Sejumlah jembatan dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah, bahkan ada yang terancam putus sehingga membutuhkan penanganan segera.
Untuk perbaikan permanen, Pemkab Bondowoso berencana mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD. Langkah ini diambil karena skema anggaran sebelumnya belum mencakup kebutuhan rehabilitasi maupun rekonstruksi infrastruktur secara menyeluruh.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan bantuan bagi warga terdampak, termasuk perbaikan rumah melalui skema bantuan yang tersedia. Proses ini masih menunggu hasil pendataan lapangan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
Ke depan, Pemkab Bondowoso akan memperkuat koordinasi lintas wilayah, terutama dengan Kabupaten Situbondo, guna memastikan pengelolaan aliran sungai dapat dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir.
Melalui langkah-langkah tersebut, diharapkan pemulihan pascabanjir tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu membangun sistem penanganan bencana yang lebih tangguh, adaptif, dan siap menghadapi potensi risiko di masa mendatang.
Penulis : Redaksi





