Satgas PAD Bondowoso Intensifkan Monev Retribusi Parkir, Dorong Transparansi dan Dongkrak PAD 2026

Satgas PAD Pemkab Bondowoso Saat Monev
Satgas PAD Pemkab Bondowoso Saat Monev

Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Pemerintah Kabupaten Bondowoso terus memperkuat komitmen dalam mewujudkan tata kelola pendapatan daerah yang transparan dan akuntabel. Salah satu langkah konkretnya ditunjukkan melalui kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) retribusi parkir yang dilaksanakan oleh Satuan Tugas Percepatan Pendapatan Asli Daerah (Satgas PAD) di Dinas Perhubungan, Jumat (10/04/2026).

Kegiatan strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Bondowoso, Haeriah Yuliati, bersama jajaran Satgas PAD yang melibatkan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Perhubungan (Dishub), serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Monev ini difokuskan pada evaluasi capaian retribusi parkir dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan. Selain itu, tim juga mengidentifikasi berbagai kendala, baik teknis maupun administratif, yang selama ini menjadi tantangan di lapangan.

Dalam arahannya, Haeriah Yuliati menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya sebatas kontrol, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan untuk memperbaiki sistem secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan setiap rupiah dari retribusi parkir benar-benar masuk ke kas daerah sesuai ketentuan. Evaluasi ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas dan menutup potensi kebocoran,” ujarnya.

Sektor parkir sendiri dinilai sebagai salah satu sumber strategis dalam menopang kemandirian fiskal daerah. Oleh karena itu, pengawasan berkala dan sistem yang akuntabel menjadi kunci utama dalam memaksimalkan potensi tersebut.

Tak hanya itu, inovasi berbasis teknologi juga menjadi sorotan dalam Monev kali ini. Satgas PAD mendorong pemanfaatan sistem digital melalui kolaborasi dengan Diskominfo guna menciptakan sistem pengelolaan parkir yang lebih modern, efisien, dan transparan.

Sementara itu, Bapenda Bondowoso memaparkan hasil analisis potensi retribusi parkir di sejumlah titik strategis. Data tersebut akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ke depan, termasuk optimalisasi titik parkir yang selama ini belum tergarap maksimal.

Dinas Perhubungan sebagai leading sector menyambut baik langkah proaktif tersebut. Mereka berkomitmen untuk segera menindaklanjuti hasil evaluasi, di antaranya melalui peningkatan pengawasan terhadap juru parkir serta pembenahan sistem pengelolaan di lapangan.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Bondowoso optimistis target PAD tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal. Lebih dari itu, peningkatan pendapatan daerah diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas layanan publik.

Upaya ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Pemkab Bondowoso dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

READ  Prediksi Lebaran 2026 Berpotensi Berbeda, Ini Versi BRIN, BMKG, Muhammadiyah, dan Pemerintah

Penulis : Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *