BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Bondowoso mulai menjajaki peluang kerja sama strategis dengan sejumlah pemerintah daerah di Republik Kamerun. Potensi kopi, pertanian organik, peternakan, perikanan hingga pariwisata ditawarkan sebagai sektor unggulan yang dapat dikembangkan melalui kemitraan internasional.
Penjajakan tersebut ditandai dengan kunjungan delegasi pemerintah daerah Kamerun bersama perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaounde ke Pendopo Raden Bagus Assra, Bondowoso, Senin (19/10/2026).
Pertemuan bertajuk Meeting on the Exploration of Potential Cooperation Between the Regent of Bondowoso, Indonesia and the Mayors of Participating Local Governments in Cameroon dipimpin langsung Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., yang bertindak sebagai pembicara utama.
Delegasi Kamerun yang hadir di antaranya Wali Kota Bibemi Armand Yedi, Wali Kota Diang Germain Médard Belinga Evoune, serta Sekretaris Jenderal Pouma Patience Julie Ngo Mbihnum. Pertemuan turut dihadiri perwakilan KBRI Yaounde, Tomy Lutvan Abgory dan Muhammad Fauzan.
Bupati Abdul Hamid Wahid memaparkan sejumlah potensi daerah yang dinilai dapat menjadi pintu masuk kerja sama dengan Kamerun. Salah satu yang menjadi andalan adalah kopi Bondowoso, yang telah memiliki identitas dan reputasi di pasar nasional maupun internasional.
Pada 2025, Bondowoso mencatat produksi kopi Robusta sebesar 3.237,61 ton dari luas panen 6.556,5 hektare. Sementara kopi Arabika menghasilkan 5.676,23 ton dari luas 13.754 hektare, dengan dukungan lebih dari 8.700 petani.
Bondowoso juga memiliki sertifikat Indikasi Geografis untuk Kopi Arabika Java Ijen-Raung dan Kopi Arabika Hyang Argopuro. Pemerintah daerah terus mendorong penguatan ekosistem kopi, mulai dari pengolahan, peningkatan kapasitas pelaku usaha hingga promosi melalui Festival Kopi Nusantara dan Tembakau.
Selain kopi, Bondowoso menawarkan pengalaman pengembangan pertanian organik. Kawasan padi organik telah mencapai 225 hektare, tersebar di Lombok Kulon, Sulek, dan Gadingsari.
Pengembangan pertanian organik Lombok Kulon, yang dimulai dari lahan 0,4 hektare pada 2008, kini didukung fasilitas pengolahan modern. Produk beras organik Bondowoso bahkan telah menjangkau sejumlah pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Sektor pariwisata juga menjadi peluang kemitraan. Ijen Geopark, yang ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023, memiliki potensi geologi, alam, dan budaya yang dapat dikembangkan melalui agrowisata, ekowisata serta ekonomi kreatif.
Bupati menyebut pertumbuhan ekonomi Bondowoso mencapai 5,32 persen pada 2025, dengan PDRB atas dasar harga berlaku sebesar Rp28,56 triliun. Pada periode 2021–2025, tingkat pengangguran terbuka turun dari 4,46 persen menjadi 2,55 persen, sedangkan kemiskinan menurun dari 14,73 persen menjadi 12,20 persen.
Menurut Abdul Hamid, pertemuan tersebut bukan sekadar agenda diplomatik, melainkan kesempatan membuka kerja sama yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Bondowoso siap berbagi pengalaman dalam tata kelola pertanian organik dari hulu hingga hilir, penguatan branding kopi berindikasi geografis, serta pengembangan pariwisata berbasis kawasan UNESCO Global Geopark,” tegasnya.
Perwakilan KBRI Yaounde, Tomy Lutvan Abgory, mengatakan pihaknya berupaya menjadi penghubung antara pemerintah daerah Indonesia dan mitra potensial di Afrika Tengah. Penjajakan ini diharapkan membuka peluang kolaborasi yang sesuai dengan kebutuhan dan keunggulan masing-masing daerah.
Kerja sama yang dijajaki tidak terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup pertukaran pengetahuan, teknologi pertanian, pendidikan, kesehatan, tata kelola pemerintahan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Setelah pertemuan awal, kedua pihak melanjutkan diskusi teknis untuk merumuskan sektor prioritas dan pilar nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang berpotensi disepakati pada masa mendatang.
Delegasi Kamerun juga dijadwalkan mengunjungi sejumlah lokasi potensial di Bondowoso, termasuk kawasan pertanian organik, sentra pengolahan kopi, dan destinasi pariwisata.
Meski peluang kerja sama telah dipetakan, realisasi kemitraan masih membutuhkan tindak lanjut, mulai dari kesepakatan sektor prioritas hingga bentuk konkret pertukaran, perdagangan, dan investasi. Pemerintah Kabupaten Bondowoso berharap penjajakan ini menjadi langkah awal kerja sama antardaerah dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan yang berkelanjutan.
Sumber : Ig kominfo_bondowoso






