Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Kemampuan APBD untuk mengatasi Proyek jalan kabupaten maupun desa di Bondowoso masih terkendala dengan minimnya keuangan, Dinas BSBK melalui Pj kepala dinas Ansori mengusulkan anggaran sebesar 715 M ke Pusat untuk mengatasi Proyek jalan yang menjadi atensi pemerintah Daerah.
Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso saat ini tengah mengadakan Trail atau uji coba atau percobaan yang dilakukan untuk memastikan kualitas dan kelayakan campuran aspal sebelum digunakan dalam pekerjaan konstruksi jalan, Senin 9 Juni 2025.
Disela uji coba atau Trail Jalan yang dilakukan Dinas BSBK Kabupaten Bondowoso, Pj Kadis Ansori mengatakan kepada awak media bahwa Kabupaten Bondowoso Fokus dalam proyek jalan.
“Kami usul sekitar 715 Milliar itu terdiri dari jalan kabupaten, jembatan kabupaten, jalan desa strategis, usulan itu mencaver sekitar 494 kilometer” ujar Ansori.
Kabupaten Bondowoso sesuai data Dinas BSBK jalan yang harus dibangun diketahui sepanjang 1.382 sekian kilometer jalan, namun kata Pj Dinas BSBK Ansori dirinya optimis angka itu akan teratasi berkat kerjasama pemerintah daerah dan Pusat.
Diketahui Trail atau uji coba aspal itu juga dihadiri beberapa Anggota DPRD Bondowoso salah satunya Sutriyono, dirinya mengapresiasi kegiatan itu, walaupun ditahun 2025 ini hanya mampu memperbaiki jalan sepanjang 20 kilometer.
” Hari pertama kali melauncing Program unggulan Bupati Bondowoso yakni Infrastruktur Tuntas (RANTAS ), APBD 2025, meskipun hanya kekuatan 20 kilometer untuk proyek jalan kami harap masyarakat memahami kondisi anggaran kita” kata Sutriyono.
Dirinya juga komitmen sebagai salah satu tim pendukung pemenangan Bupati Bondowoso untuk anggaran Pokok pikiran yang melekat kepada setiap anggota Dewan khusunya dikabupaten Bondowoso itu, untuk infrastruktur jalan.
Sutriyono mengatakan sesuai petunjuk pimpinan DPRD Bondowoso dan hasil Musrembang fokus memprioritaskan proyek infrastruktur jalan.
” Kami sebagai Anggota DPRD yaa, kita komitmen untuk masyarakat dan kebutuhan paling prioritas dari jalan ini tranportasi enak, jalur pendidikan juga nyaman, dan perekonomian masyarakat Lancar” pungkasnya. (Pol/Donggala).






