Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Ratusan siswa tingkat SD hingga SMP di Kabupaten Bondowoso ambil bagian dalam ajang Pekan Pendidikan Berkah yang digelar Dinas Pendidikan (Dispendik) setempat. Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi pelajar melalui perpaduan lomba tradisional dan modern.
Bertempat di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), suasana kompetisi berlangsung meriah. Para siswa tampak antusias mengikuti berbagai lomba yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengasah kreativitas dan kemampuan berpikir.
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengatakan konsep kegiatan sengaja dirancang seimbang antara kearifan lokal dan perkembangan zaman. Lomba tradisional seperti hadang tetap dipertahankan, berdampingan dengan lomba kekinian seperti comic science.
“Autentik, tetapi tidak meninggalkan hal-hal yang modern. Makanya ada lomba hadang, tetapi juga ada lomba comic science,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan lomba tidak lagi dipisahkan berdasarkan bidang tertentu. Skema ini bertujuan memperluas partisipasi siswa agar tidak hanya didominasi oleh peserta yang sama di setiap kompetisi.
“Biasanya lomba matematika yang ikut itu-itu saja. Sekarang tidak. Lomba disatukan supaya banyak anak yang ikut dan punya kesempatan berekspresi,” jelasnya.
Tak sekadar ajang kompetisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk karakter siswa. Melalui berbagai lomba, peserta didorong mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, analitis, kreatif, dan inovatif.
Meski terkendala anggaran, Dispendik tetap mengapresiasi para pemenang dengan hadiah berupa uang pembinaan dan trofi untuk juara 1, 2, dan 3. Untuk mendukung kelancaran acara, pihaknya menggandeng sektor swasta, termasuk pusat perbelanjaan Mall KDS dalam penyediaan fasilitas seperti panggung dan sound system.
Kolaborasi ini terbukti membawa dampak positif. Dalam salah satu kegiatan yang digelar di Mall KDS, jumlah peserta bahkan mencapai sekitar seribu siswa.
“Setidaknya ada seribu anak yang datang. Itu tentu juga berdampak pada kunjungan ke lokasi,” ungkap Taufan.
Ia menegaskan, kegiatan ini tidak hanya memberikan ruang kreativitas, tetapi juga menjadi sarana edukasi penting bagi siswa dalam memahami standar yang harus dicapai untuk meraih kesuksesan di masa depan.
“Kami ingin menyadarkan anak-anak bahwa dalam kehidupan ada standar yang harus dicapai agar bisa sukses,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi





