Seleksi Ketat, Kadisdik Bondowoso : Kepala Sekolah Harus Visioner dan Tangguh Hadapi Tantangan

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Saat Tinjau Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)
Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso Saat Tinjau Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS)

Bondowoso, harianmerdeka.co.id — Upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bondowoso kembali ditegaskan melalui pelaksanaan seleksi substansi bagi bakal calon kepala sekolah (BCKS) yang digelar di SMP Negeri 3 Bondowoso, Senin (14/4/2026).

Sebanyak 120 peserta yang sebelumnya lolos seleksi administrasi dari total 153 pendaftar, kini bersaing dalam tahapan krusial yang menentukan kelayakan mereka menjadi pemimpin di satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menegaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar prosedur formal, melainkan langkah strategis untuk memastikan calon kepala sekolah memiliki kapasitas nyata dalam memimpin.

“Seleksi ini dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam mengambil keputusan berbasis kasus riil di sekolah, bukan hanya teori,” tegasnya.

Dalam ujian yang berlangsung selama 120 menit, peserta dihadapkan pada 70 soal pilihan ganda berbasis kasus yang menuntut ketajaman analisis serta ketepatan dalam mengambil keputusan.

Lebih dari sekadar tes akademik, seleksi ini mengukur tiga kompetensi utama yang menjadi fondasi kepemimpinan kepala sekolah. Pertama, kompetensi kepribadian yang menitikberatkan pada integritas, moralitas, serta kematangan emosi dalam memimpin. Kedua, kompetensi sosial yang menuntut kemampuan komunikasi efektif dan kolaborasi dengan seluruh warga sekolah hingga pemangku kepentingan.

Sementara itu, kompetensi profesional menjadi penentu dalam aspek manajerial, kewirausahaan, dan supervisi. Calon kepala sekolah dituntut mampu merancang program, mengelola sumber daya, berinovasi dalam pengembangan sekolah, hingga membina dan mengevaluasi kinerja tenaga pendidik.

Taufan berharap, melalui proses seleksi yang ketat dan berbasis konteks ini, akan lahir kepala sekolah yang tidak hanya unggul secara administratif, tetapi juga adaptif, inovatif, dan visioner.

“Mutu pendidikan sangat ditentukan oleh kualitas kepemimpinan di sekolah. Karena itu, seleksi ini harus benar-benar mampu menjaring sosok terbaik,” pungkasnya.

Pelaksanaan seleksi substansi ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Bondowoso dalam memperkuat kualitas pendidikan, dengan menempatkan kepala sekolah sebagai motor penggerak perubahan dan kemajuan di lingkungan sekolah.

READ  Polda Jatim Amankan 3 Tersangka Pastikan Motif Carok di Sampang Tidak Terkait Pilkada

Penulis : Redaksi

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *