BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Pengawasan terhadap harga dan ketersediaan bahan pangan untuk pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus dilakukan oleh SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan. Salah satunya melalui survei harga pasar yang dilakukan secara rutin untuk memastikan proses pengadaan bahan pangan berjalan efisien dan sesuai kebutuhan.
Pada Senin, 7 September 2026, Pengawas Keuangan SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan, Intan Zahrotul Fitroh, S.Akun, melakukan pendataan harga dan kondisi pasokan bahan pangan di Pasar Maesan, Kabupaten Bondowoso.
Survei tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya memantau dinamika harga bahan kebutuhan dapur sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan yang akan digunakan dalam penyelenggaraan program MBG.
Pendataan mencakup berbagai kebutuhan pangan, mulai dari sayur-mayur, daging, hingga beragam bumbu dapur. Selain mencatat perkembangan harga, survei juga memperhatikan kondisi pasokan dan tingkat ketersediaan komoditas di pasar.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat harga sejumlah komoditas pangan dapat mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Data harga yang aktual menjadi salah satu dasar dalam menyusun perencanaan pengadaan sehingga kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi secara tepat dan efisien.
“Survey harga pasar dilakukan untuk mendapatkan data yang akurat dan aktual terkait perkembangan harga, ketersediaan, serta kondisi pasokan bahan pangan,” demikian keterangan SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan.
Menurut keterangan tersebut, hasil survei tidak berhenti pada pendataan harga semata. Data yang diperoleh dari lapangan selanjutnya akan diolah dan digunakan sebagai bahan rekomendasi pengadaan serta perencanaan menu SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan.
Dengan demikian, perubahan harga komoditas di pasar dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan kebutuhan bahan pangan dan menyusun menu yang tetap memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat.
Kegiatan survei pasar juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan internal, khususnya dalam pengelolaan kebutuhan bahan pangan untuk program MBG. Pemantauan secara langsung di pasar diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi riil harga dan pasokan, sehingga keputusan pengadaan tidak hanya mengandalkan informasi sebelumnya.
Selain aspek efisiensi, pendataan harga juga berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan. Pasokan komoditas yang berubah dapat memengaruhi pilihan bahan maupun perencanaan menu. Karena itu, informasi dari pasar menjadi penting untuk mengantisipasi perubahan kondisi sebelum proses pengadaan dilakukan.
SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan menegaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin sebagai bagian dari pemantauan kebutuhan bahan pangan.
Melalui survei yang dilakukan langsung ke pasar, SPPG berupaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan penyediaan makanan bergizi dengan pengelolaan biaya pengadaan secara efisien.
Langkah ini sekaligus menunjukkan pentingnya pengawasan berbasis data dalam pelaksanaan program MBG. Harga pasar yang terus diperbarui dapat menjadi rujukan dalam menyusun perencanaan pengadaan dan menu secara lebih terukur.
Bagi pelaksanaan MBG, ketersediaan bahan pangan dengan harga yang wajar menjadi salah satu faktor penting agar program dapat berjalan secara berkelanjutan. Karena itu, pemantauan harga dan pasokan di tingkat pasar menjadi bagian strategis dari proses pengadaan bahan pangan SPPG.
Dengan pendataan yang dilakukan secara berkala, SPPG Bondowoso Grujugan Dadapan diharapkan mampu merespons perubahan harga maupun pasokan komoditas secara lebih cepat, sekaligus menjaga efisiensi pengadaan dan kualitas makanan yang diberikan kepada penerima manfaat program MBG.
Penulis : Redaksi






