BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Event balap otomotif tak sekadar menjadi ajang adu kecepatan dan pembuktian prestasi atlet. Di balik deru mesin dan persaingan di lintasan, terdapat peluang besar untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat, mulai dari sektor UMKM, perhotelan hingga pariwisata daerah.
Potensi tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bondowoso. Instansi ini menyatakan kesiapan memperkuat sinergi dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bondowoso untuk mengembangkan olahraga otomotif sekaligus menjadikan event balap sebagai bagian dari daya tarik daerah.
Kepala Disparbudpora Bondowoso, Gede Budiawan, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pihaknya memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang digagas IMI Bondowoso, terutama dalam pembinaan atlet dan penyelenggaraan kompetisi otomotif.
Bahkan, Disparbudpora berencana memasukkan agenda kegiatan IMI Bondowoso ke dalam kalender resmi kegiatan dinas. Langkah tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi penyelenggaraan event balap yang lebih terencana, terjadwal, dan berkelanjutan.
“Kami mendukung kegiatan positif IMI Bondowoso. Salah satu bentuk dukungan kami adalah rencana memasukkan kegiatan IMI Bondowoso ke dalam kalender kegiatan resmi Disparbudpora, agar penyelenggaraan event balap dapat terencana dan berkelanjutan,” ujar Gede Budiawan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada IMI Bondowoso yang selama ini telah berkontribusi dalam membina dan melahirkan atlet-atlet balap berprestasi. Bahkan, sejumlah atlet daerah mampu bersaing di kejuaraan tingkat provinsi hingga nasional.
Menurutnya, prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Bondowoso. Pembinaan olahraga otomotif dinilai perlu terus diperkuat agar semakin banyak talenta lokal yang mampu menembus kompetisi dengan level lebih tinggi.
“Ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bondowoso karena atlet daerah mampu bersaing dan mengharumkan nama Bondowoso di berbagai kejuaraan,” tambahnya.
Lebih jauh, Gede menilai event balap memiliki nilai strategis karena mampu menghadirkan perputaran ekonomi di luar arena pertandingan. Kehadiran peserta, tim balap, ofisial, komunitas otomotif, hingga penonton berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa di daerah.
“Event balap ini memiliki dampak positif bagi perekonomian daerah. UMKM bisa berkembang, sektor pariwisata dan perhotelan ikut bergerak, serta kegiatan tersebut berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bondowoso,” jelasnya.
Tak hanya sebatas penyelenggaraan event, Disparbudpora juga menyatakan dukungan terhadap rencana pembangunan sirkuit balap permanen di Bondowoso. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang pembinaan atlet, menyediakan arena kompetisi yang representatif, sekaligus membuka peluang penyelenggaraan kejuaraan berskala lebih besar.
Namun, Gede mengakui bahwa keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam merealisasikan pembangunan sirkuit tersebut.
“Kami mendukung rencana pembangunan sirkuit balap di Bondowoso. Harapannya, ke depan bisa mendapatkan bantuan pendanaan dari pemerintah pusat. Dengan keterbatasan anggaran daerah, kami hanya bisa terus berusaha dan mendorong agar rencana ini dapat terealisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua IMI Bondowoso, Hendra Widodo, menyambut positif dukungan Disparbudpora. Menurutnya, perhatian pemerintah daerah menjadi dorongan penting bagi IMI untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas olahraga otomotif di Bondowoso.
“Terima kasih kepada Disparbudpora Bondowoso atas dukungan terhadap kegiatan IMI Bondowoso. Kami berkomitmen untuk terus mencetak atlet-atlet balap asli Bondowoso yang berprestasi dan selalu memperjuangkan nama baik Bondowoso di ajang balap tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Hendra.
Ia menegaskan, IMI Bondowoso tidak hanya berorientasi pada penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga ingin memastikan pembinaan atlet berjalan secara berkesinambungan. Di sisi lain, event otomotif diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan membuka ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi lokal.
Hendra juga berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah semakin kuat, khususnya dalam memperjuangkan pembangunan sirkuit balap yang representatif sebagai fasilitas jangka panjang bagi perkembangan olahraga otomotif.
Sinergi antara pemerintah daerah dan IMI tersebut diharapkan tidak berhenti pada dukungan penyelenggaraan kegiatan semata. Lebih dari itu, diperlukan langkah konkret dan perencanaan berkelanjutan agar event balap mampu menjadi agenda unggulan daerah.
Dengan pengelolaan yang tepat, Bondowoso tidak hanya berpeluang melahirkan atlet-atlet otomotif berprestasi, tetapi juga menjadikan olahraga balap sebagai magnet kunjungan, penggerak UMKM, serta salah satu instrumen penguatan ekonomi dan pariwisata daerah.






