Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Bupati Bondowoso H. Abd. Hamid Wahid, M.Ag., memimpin langsung Apel Kesiapsiagaan dan Gelar Peralatan dalam rangka menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Kegiatan ini berlangsung di Alun-alun RBA Ki Ronggo, dan diikuti ratusan personel dari berbagai unsur, 17 Oktober 2025.
Apel tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bondowoso, para pimpinan perangkat daerah, camat, serta unsur dari BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Polisi Kehutanan, BUMN, mahasiswa, dan pelajar.
Dalam laporannya, Plt. Kalaksa BPBD Bondowoso, Kristianto, menyampaikan bahwa apel ini bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh komponen dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi di wilayah Bondowoso.
“Apel hari ini melibatkan sekitar 500 personel dari unsur pemerintah, masyarakat, dunia usaha, pendidikan, dan media. Adapun peralatan yang dikerahkan antara lain 57 unit kendaraan roda dua, 12 truk, 12 kendaraan taktis, 16 kendaraan khusus, serta 2 unit alat berat,” jelasnya.
Sebagai simbol kesiapsiagaan, Bupati menyematkan pita kepada perwakilan BPBD, BSBK, TNI, dan Polri.
Bupati juga menyerahkan piagam penghargaan Satuan Pendidikan Aman Bencana kepada empat sekolah, yakni SMP Negeri 2 Maesan, SMP Negeri 2 Satu Atap Tlogosari, SDN Sumberwringin 1, dan SMP Negeri 2 Pakem.Dalam arahannya, Bupati Bondowoso menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana.
“Kita perlu memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, lembaga terkait, serta relawan. Pemetaan dan sosialisasi daerah rawan bencana harus ditingkatkan, begitu juga dengan kesiapsiagaan logistik dan keterlibatan masyarakat melalui latihan dan simulasi,” tegas Bupati.
Kegiatan ditutup dengan simulasi penanggulangan bencana dan penyerahan kendaraan operasional dari masyarakat melalui PMI Kabupaten Bondowoso kepada pemerintah daerah.(*)






