Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (DPC PAMDI) Kabupaten Bondowoso resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan di Aula Disparbudpora Bondowoso, Selasa (12/5/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi insan musik dangdut di Bondowoso untuk memperkuat solidaritas organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme para pelaku seni dangdut daerah.
Acara pelantikan dihadiri jajaran pengurus PAMDI Jawa Timur, para artis dangdut lokal, tokoh seni budaya, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Bondowoso.
Ketua Panitia pelantikan, Agus Pandita, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin jalannya kegiatan tersebut. Menurutnya, amanah itu menjadi motivasi besar untuk ikut memperjuangkan kemajuan organisasi dan kesejahteraan para anggotanya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada saya. Tentunya ada harapan besar dari teman-teman kepada saya dan saya bertanggung jawab untuk memperjuangkan itu semua. Mohon doa dan dukungan agar organisasi ini bisa menjadi organisasi yang baik, profesional, dan memberikan bukti nyata kepada masyarakat,” ujarnya.
Agus juga menegaskan bahwa dirinya terbuka terhadap kritik dan masukan demi kemajuan PAMDI Bondowoso ke depan. Ia berharap organisasi tersebut mampu menjadi wadah yang solid, inklusif, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh pelaku seni dangdut di Bondowoso.
Sementara itu, Ketua DPC PAMDI Bondowoso periode 2026-2031, Yayuk Sri Rahayu, mengatakan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk memperkuat eksistensi PAMDI di Kabupaten Bondowoso agar mampu berkontribusi dalam perkembangan seni musik dangdut yang berbudaya dan santun.
“Acara ini bertujuan untuk memperkuat PAMDI di Kabupaten Bondowoso agar ke depannya semakin berkembang, berdaulat, serta tetap menjunjung sopan santun. Terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga acara ini dapat berjalan lancar dan sukses,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bondowoso yang selama ini dinilai memberikan dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya, khususnya musik dangdut di daerah.
Pada kesempatan yang sama, Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Bondowoso, Nunung Setianingsih, yang hadir mewakili Bupati Bondowoso, menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus DPC PAMDI Bondowoso yang baru saja dilantik oleh DPD PAMDI Jawa Timur.
“Kami mengucapkan selamat kepada DPC PAMDI Bondowoso yang telah dilantik malam ini. Semoga amanah yang diberikan dapat dijalankan secara profesional. PAMDI Bondowoso sebagai wadah musik dangdut di Bondowoso diharapkan mampu melindungi para anggotanya,” ungkap Nunung.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso siap berkolaborasi dengan PAMDI dalam menciptakan dunia hiburan yang kondusif serta menghadirkan pertunjukan musik yang nyaman dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Teruslah berkarya dan jadikan musik dangdut sebagai hiburan yang nyaman didengar oleh semua kalangan di Kabupaten Bondowoso,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Ketua DPD PAMDI Jawa Timur, Enny Putri Rahayu, menegaskan bahwa tema “Bermusik dan Menghibur dengan Akhlak Mulia” bukan sekadar slogan.
Ia mengingatkan para pelaku seni dangdut agar terus meningkatkan kualitas pertunjukan yang lebih elegan, edukatif, dan ramah ditonton semua kalangan.
Enny juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bondowoso agar memberikan ruang yang lebih luas bagi artis lokal untuk tampil dalam berbagai agenda hiburan maupun destinasi wisata daerah.
Menurutnya, kesempatan yang setara dengan artis luar daerah menjadi langkah penting agar penyanyi asli Bondowoso mampu berkembang dan dikenal lebih luas.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya perlindungan hak cipta bagi para pencipta lagu dangdut. Para pencipta lagu diminta segera melakukan verifikasi karya agar mendapatkan hak royalti yang layak.
“Jangan sampai lagunya viral di mana-mana tetapi penciptanya tidak mendapatkan apa-apa,” tegasnya.
Pelantikan DPC PAMDI Bondowoso periode 2026-2031 ini menjadi penanda kebangkitan baru dunia musik dangdut lokal di tengah derasnya arus hiburan digital.
Kehadiran PAMDI diharapkan mampu menjadi wadah yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjaga nilai budaya, etika, solidaritas, dan kreativitas yang tumbuh di tengah masyarakat.
“PAMDI hadir membawa pesan bahwa dangdut bukan hanya tentang panggung dan hiburan semata, tetapi juga tentang budaya, etika, solidaritas, dan kreativitas yang tumbuh dari masyarakat,” pungkas Enny.
Penulis : Redaksi






