JAKARTA, HARIANMERDEKA.CO.ID — Tinggal di luar negeri tak selalu berarti harus mengeluarkan biaya besar. Sejumlah negara justru menawarkan berbagai program insentif untuk menarik penduduk baru, pekerja, pengusaha, hingga digital nomad ke wilayah yang mengalami kekurangan populasi.
Bentuk dukungannya beragam, mulai dari bantuan tunai, hibah renovasi rumah, subsidi, fasilitas tempat tinggal, hingga kemudahan izin tinggal. Namun, program tersebut umumnya disertai persyaratan dan komitmen tertentu.
Berikut tujuh negara yang memiliki program menarik bagi pendatang.
- Italia — Insentif hingga ratusan juta rupiah
Sejumlah wilayah pedesaan di Italia, termasuk Calabria, Sardinia, dan Molise, pernah menawarkan insentif bagi pendatang yang bersedia menetap, membuka usaha, atau ikut menggerakkan ekonomi lokal.
Nilainya dapat mencapai puluhan ribu euro, tergantung program dan wilayah. Italia juga dikenal dengan program rumah seharga €1 di sejumlah daerah. Meski demikian, pembeli harus memenuhi persyaratan dan biasanya diwajibkan merenovasi bangunan sesuai ketentuan pemerintah setempat.
- Swiss — Bisa mencapai Rp500 jutaan
Desa Albinen di Pegunungan Alpen menjadi salah satu wilayah yang pernah menawarkan insentif bagi penduduk baru.
Bantuan dapat mencapai 25.000 franc Swiss untuk orang dewasa dan 10.000 franc Swiss untuk anak. Namun, program ini memiliki persyaratan ketat, termasuk izin tinggal yang sah, batas usia tertentu, serta komitmen menetap dalam jangka panjang.
- Spanyol — Beragam bantuan untuk pendatang
Sejumlah wilayah pedesaan Spanyol, termasuk Asturias dan Galicia, memiliki berbagai kebijakan untuk menarik penduduk baru.
Bantuan dapat berbentuk dukungan perumahan, pekerjaan, insentif pajak, maupun hibah lokal. Spanyol juga memiliki jalur izin tinggal yang dapat dimanfaatkan pekerja jarak jauh dan pengusaha sesuai persyaratan yang berlaku.
- Yunani — Rumah dan tunjangan
Pulau-pulau kecil di Yunani juga berupaya menarik keluarga serta pengusaha untuk menetap secara permanen.
Antikythera, misalnya, pernah menjadi perhatian karena skema yang menawarkan rumah, tanah, serta tunjangan bulanan bagi keluarga terpilih.
Namun, fasilitas tersebut bukan diberikan secara otomatis. Calon penerima harus melalui proses seleksi dan memenuhi komitmen untuk benar-benar tinggal serta beraktivitas di wilayah tersebut.
- Irlandia — Hibah renovasi hingga Rp1,7 miliar
Melalui program Our Living Islands, pemerintah Irlandia berupaya menghidupkan kembali sejumlah pulau terpencil yang mengalami penurunan jumlah penduduk.
Salah satu dukungannya berupa hibah renovasi untuk rumah kosong. Nilainya dapat mencapai £84.000 atau sekitar Rp1,7 miliar, tergantung nilai tukar dan ketentuan program.
Tujuannya bukan sekadar memberikan bantuan kepada pendatang, tetapi menghidupkan kembali permukiman dan aktivitas ekonomi di kawasan pulau.
- Kroasia — Menarik digital nomad
Kroasia menjadi salah satu negara Eropa yang menarik bagi pekerja jarak jauh.
Negara ini menyediakan jalur izin tinggal digital nomad bagi pekerja asing yang memenuhi persyaratan. Di sejumlah wilayah, pemerintah daerah juga memiliki program bantuan atau subsidi yang berkaitan dengan perumahan dan renovasi.
Skema tersebut membuat Kroasia menjadi salah satu pilihan bagi pekerja yang dapat menjalankan pekerjaannya secara daring dari luar negeri.
- Estonia — Memburu talenta teknologi
Estonia dikenal sebagai salah satu negara dengan ekosistem digital yang kuat. Negara tersebut memiliki Startup Visa yang ditujukan untuk pendiri startup non-Uni Eropa yang memenuhi kriteria tertentu.
Program ini menjadi salah satu cara Estonia menarik pengusaha, profesional teknologi, dan talenta internasional untuk mengembangkan bisnis serta ekosistem digital di negara tersebut.
Bukan Sekadar “Dibayar untuk Pindah”
Meski terlihat menggiurkan, berbagai program tersebut tidak bisa dimaknai sederhana sebagai “dibayar untuk pindah ke luar negeri”.
Setiap program memiliki ketentuan berbeda. Calon penerima bisa diwajibkan memiliki izin tinggal, membuktikan penghasilan, membeli atau merenovasi properti, membuka usaha, bekerja di sektor tertentu, atau menetap selama beberapa tahun.
Karena itu, calon pendatang perlu memeriksa aturan terbaru langsung dari pemerintah atau otoritas resmi negara maupun daerah tujuan sebelum mengambil keputusan.
Pada akhirnya, insentif tersebut merupakan strategi pemerintah untuk mengatasi depopulasi, menarik tenaga kerja dan pengusaha, serta menghidupkan kembali wilayah yang mengalami penurunan aktivitas ekonomi.
Kalau diberi kesempatan pindah dan mendapatkan berbagai fasilitas tersebut, negara mana yang paling menarik untuk menjadi tempat tinggal baru?






