BONDOWOSO, HARIANMERDEKA.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menyiapkan 340 hektare lahan agroforestry atau wanatani untuk pengembangan komoditas unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani hutan. Program ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi kawasan hutan tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Agroforestry dan Pupuk Bersubsidi yang dirangkai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Agroforestry antara Pemkab Bondowoso dan Perum Perhutani, di Kantor Kecamatan Ijen, Senin (2/11/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., serta melibatkan 391 petani hutan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan kawasan lereng Gunung Ijen.
Sinergi lintas sektor turut diperkuat dengan kehadiran jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bondowoso, meliputi Ketua DPRD, Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, dan Dandim 0822 Bondowoso.
Kehadiran para pimpinan daerah tersebut menjadi penegasan dukungan terhadap pengembangan kawasan hutan terpadu, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada sektor pertanian.
340 Hektare untuk Komoditas Unggulan
Penandatanganan PKS Agroforestry menjadi langkah penting dalam memperkuat tata kelola kawasan hutan berbasis kemitraan masyarakat.
Melalui skema agroforestry, petani hutan memperoleh ruang pengelolaan yang lebih terstruktur untuk membudidayakan tanaman produktif di kawasan hutan sesuai ketentuan kerja sama yang berlaku.
Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan mampu mendorong pengembangan komoditas unggulan lokal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta membuka peluang peningkatan pendapatan bagi masyarakat sekitar kawasan hutan.
Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid menyambut baik kerja sama yang terjalin antara pemerintah daerah, Perum Perhutani, dan masyarakat petani.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Pengembangan agroforestry juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara aktivitas ekonomi masyarakat dan upaya perlindungan kawasan hutan.
Dorong Kesejahteraan, Jaga Kelestarian Hutan
Kawasan lereng Gunung Ijen memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan melalui pola pengelolaan yang memperhatikan keseimbangan ekosistem.
Karena itu, agroforestry menjadi salah satu pendekatan yang diharapkan mampu menjawab kebutuhan peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mengurangi risiko degradasi lingkungan di kawasan hulu.
Melalui keterlibatan ratusan petani hutan, program ini juga membuka peluang penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola lahan secara produktif dan berkelanjutan.
Pemkab Bondowoso berharap kemitraan tersebut tidak berhenti pada penandatanganan perjanjian, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan, mulai dari pengelolaan lahan, pengembangan komoditas, hingga peningkatan hasil usaha tani.
Sosialisasi pupuk bersubsidi yang turut menjadi bagian kegiatan juga diharapkan mendukung kebutuhan petani dalam menjalankan aktivitas budidaya.
Dengan dukungan pemerintah daerah, Perhutani, dan masyarakat, pengembangan 340 hektare lahan agroforestry diharapkan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat kawasan hutan.
Langkah ini sekaligus memperkuat komitmen Bondowoso dalam membangun sektor pertanian yang produktif, meningkatkan kesejahteraan petani, serta menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.






