Bondowoso, harianmerdeka.co.id – Tagis Menimpa Siswa salah satu sekolah menengah pertama (SMP) Grujukan Bondowoso menjadi korban penusukan teman sekelasnya, pelaku penusukan ternyata kerap menjadi korban Bullying.
Hal tersebut diakui oleh kepala dinas sosial P3AKB Bondowoso Anisatul Hamidah jika pelaku penusukan itu diduga korban bullying dan pelaku juga seorang anak yatim dan kehidupan sehari harinya sangat memperihatinkan.
“Setelah Tadi teman-teman melakukan asesmen dan diskusi dengan kepala sekolah serta keluarga. Dari pertemuan itu diketahui bahwa kondisi anak tersebut (pelaku) merupakan korban bullying. Itu berdasarkan pengakuan keluarga terduga pelaku” ungkap Anissatul Hamidah, 22 Agustus 2025.
Terduga pelaku diketahui kondisi dalam kehidupan sehari harinya sangat memperihatinkan, sering membantu ibunya kebutuhan adiknya sering dilakukan pelaku.
“Dia itu anak yatim dan sehari-hari di rumah memasakkan adiknya yang masih sekolah Dasar, Ini informasi dari keluarga” ujar Anis.
Sebagai kepala Dinas Sosial P3AKB Anis akan tetap mendampingi Pelaku maupun korban Pemerintah juga akan memfasilitasi sepenuhnya kebutuhan dan kesembuhan korban hingga benar benar sehat.
Ia menekankan bahwa kasus ini harus menjadi titik balik dalam penanganan kekerasan dan bullying di lingkungan pendidikan. Pemerintah akan memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, hingga pencegahan agar kejadian serupa tidak lagi terulang.
Sementara Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid memastikan korban Maupun pelaku akan tetap memperoleh perlindungan hingga fasilitas bagi korban maupun pelaku yang masih dibawah umur.
Bupati juga menekan Semua pihak harus terlibat, sekolah, orang tua, dan masyarakat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Ini tanggung jawab bersama untuk melindungi anak-anak kita.
“Bullying dan kekerasan pada anak harus kita tangani tuntas. Tidak boleh ada lagi korban berikutnya. Kita akan tingkatkan pembinaan, pencegahan, dan penyadaran bersama-sama” pungkasnya.***






